Berita

KAJIAN

IQTISHOD

ARTIKEL

KHAZANAH

Kesehatan

Muslimah

Iptek

Download


Hudzaifah ibnul Yaman adalah sahabat yang dipercaya Rasulullah saw memegang banyak rahasia, baik terkait dengan kepentingan Islam, kaum muslimin, makar musuh, bahkan nama-nama pengkhianat dari kalangan munafikin. Ia memegang rahasia dengan sangat baik, terutama rahasia terkait keberadaan orang-orang munafik di Madinah yang ingin membuat gerakan makar kepada Rasulullah. Pengetahuan Hudzaifah akan nama-nama orang munafik membuat Umar ibn Khattab hanya akan menyalatkan jenazah, apabila Hudzaifah ikut menyalatkan jenazah tersebut. Hudzaifah ibnul Yaman dilahirkan di Madinah dari ayah bernama Husail ibn Jabir al-’Absi Al-Yamani.
Suatu hari Hudzaifah bertanya kepada Rasulullah saw, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya kita dulu berada dalam kejahiliahan dan kejahatan, lalu Allah mendatangkan kepada kita kebaikan ini (Islam, red), apakah setelah kebaikan ini akan ada keburukan?” Rasulullah menjawab, “Ya.” “Lalu apakah setelah keburukan itu akan datang lagi kebaikan?” tanya Hudzaifah kembali. “Ya, dan di dalamnya ada kerusakan yang tersembunyi.” “Apa kerusakan yang tersembunyi itu wahai Rasulullah?” “Orang-orang yang menunjuki tanpa petunjuk yang benar, ada hal yang kamu terima dari mereka dan ada pula yang kamu ingkari.” “Apakah setelah kebaikan itu ada lagi keburukan?” “Ya, orang-orang yang berdakwah di pintu-pintu jahannam (ulama cukong fatwa), siapa yang menyambut seruan mereka, maka ia akan mereka lemparkan ke dalamnya.” “Ya Rasulullah, terangkanlah terkait mereka kepada kami.” Rasulullah menjawab, “Mereka juga dari bangsa kita dan berbicara memakai bahasa kita.” Lalu Hudzaifah kembali bertanya, “Apa yang engkau wasiatkan kepadaku andaikan aku mendapat masa itu?” “Berpegang teguh dengan jamaah muslimin dan pemimpin mereka.” “Andaikan mereka tidak punya jamaah dan pemimpin?” “Jauhi semua kelompok itu walaupun untuk itu engkau akan berpegangan pada akar pohon sampai kematian menjemput dan engkau tetap dalam keadaan demikian.”
Oleh karena itu, Hudzaifah menjalani kehidupan dengan sangat hati-hati dan menghindari berbagai fitnah sehingga beliau dapat menghindarinya dan juga memperingatkan manusia agar tidak terjebak ke dalamnya. Ia pernah berujar, “Demi Allah, sesungguhnya aku adalah orang yang paling tahu tentang seluruh fitnah yang akan terjadi saat ini sampai hari Kiamat nanti.”
Rahasia Kaum Muslimin dan Perang Tabuk
Masalah yang paling besar dihadapi oleh Rasulullah saw dan kaum Muslimin di Madinah adalah munculnya orang-orang munafik dan para ‘buzzer’ nya dengan berbagai desas-desus, berita-berita hoax, dan opini negatif yang mereka lancarkan terhadap pribadi Rasulullah saw dan para sahabat.
Pada Perang Tabuk, Ketika Rasulullah saw kembali bersama sahabatnya ke Madinah, sekelompok kaum munafik bermaksud untuk berbuat makar dengan membunuh Rasulullah saw. Allah SwT mewahyukan rencana busuk makar orang-orang munafik itu kepada Rasul-Nya. Akhirnya Rasulullah saw memilih Hudzaifah untuk menjadi orang kepercayaan Rasulullah saw memegang rahasia sangat penting ini (top secret karena terkait dengan keamanan negara ketika itu). Rasulullah saw memberitahukan kepada Hudzaifah nama-nama semua orang munafik dan berbagai makar yang mereka rencanakan.
Pada saat itu Hudzaifah bertanya kepada Rasulullah saw, “Wahai Rasulullah, kenapa tidak kamu perintahkan saja untuk membunuh mereka?” Rasulullah saw menjawab, “Aku tidak ingin orang-orang berkata bahwa Muhammad membunuh sahabat-sahabatnya.” Rasulullah saw khawatir akan tercipta opini negatif di tengah-tengah masyarakat Madinah, karena itu beliau meminta Hudzaifah ibnul Yaman untuk selalu mengikuti gerak orang-orang munafik itu dan memonitor segala kegiatan makar mereka untuk mengantisipasi manuver-manuver politik mereka. Sejak hari itu Hudzaifah dijuluki sebagai orang kepercayaan rahasia Rasulullah saw.
Ketika Umar bin Khattab mengetahui bahwa Rasulullah saw menyampaikan secara rahasia nama orang-orang munafik kepada Hudzaifah, ia segera menemui Hudzaifah. Sambil berharap, ia segera berkata, “Aku bersumpah dengan nama Allah, mohon kamu jawab, apakah aku termasuk orang munafik?” Hudzaifah menjawab, “Tidak, tapi aku tidak bisa menjamin seorang pun selainmu.” Hal itu ia katakan agar ia tidak menyebarkan rahasia yang telah diamanahkan Rasulullah saw kepadanya.
Ketika Umar bin Khattab menjadi khalifah, ia bertanya kepada Hudzaifah, “Apakah ada diantara pejabat-pejabatku di berbagai daerah yang termasuk orang munafik?” Hudzaifah menjawab, “Ya, ada satu.” “Siapa dia?” tanya Umar. “Tidak akan aku sebutkan,” jawab Hudzaifah. Tapi tidak berapa lama setelah itu Umar bin Khattab mengetahui siapa orang yang dimaksud sehingga ia segera memecatnya dari jabatannya.
Apabila ada salah seorang kaum Muslimin yang wafat, Umar bin Khattab segera bertanya tentang Hudzaifah. Apabila ia tahu Hudzaifah ikut menyalatkannya, amka ia juga akan menyalatkannya. Tapi apabila Hudzaifah tidak ikut menyalatkannya maka Umar juga tidak akan ikut menyalatkannya.

Begitulah kebiasaan para pengkhianat, mereka menebar berita-berita hoax, opini-opini negatif, dan memicu ketegangan di masyarakat dengan harapan akan timbulnya konflik korizontal di tengah-tengah bangsa antar sesama anak bangsa. Ingatlah selalu bahwa orang-orangmunafik para pengkhianat itu “Mereka juga dari bangsa kita dan berbicara memakai bahasa kita,” sabda Rasulullah saw mengingatkan. [mrp/tabligh]

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Post a Comment

Visit Us


Top