Berita

KAJIAN

IQTISHOD

ARTIKEL

KHAZANAH

Kesehatan

Muslimah

Iptek

Download


Aku pernah memaki-maki Tuhan di facebook karena telah mengambil nyawa Mamaku dalam tragedi kecelakaan beberapa tahun silam. Tragis, Mama tertabrak truk saat mengendarai motor menuju sekolah adikku untuk mengambil rapor. Pankreas Mama hancur, beliau masuk rumah sakit selama seminggu hingga akhirnya menghembuskan nafas terakhir di usia 42 tahun. Ketika itu aku sangat kecewa pada Tuhan karena tidak mengabulkan doaku, yakni jika Mama sembuh aku akan menjadi pelayan gereja.
Setelah kejadian itu, aku menjadi tak percaya lagi pada Tuhan. Aku berubah menjadi seorang atheis, kehidupanku menjadi bebas. Aku mulai mengenal dunia malam, bertato, merokok, dan minum-minuman keras. Aku merasa stres, karena tak ada lagi tempat untuk mengadu. Aku lari ke dunia malam sebagai pelampiasan dan menghilangkan rasa sumpek. Aku dahulu juga sempat memilih profesi sebagai DJ, dan foto model. Aku pernah menerima tawaran menjadi model bikini untuk mendapatkan uang.
Disentil Allah
Alhamdulillah, semuanya berubah. Kini lekuk tubuhku sudah tertutup hijab. Aku tak mau lagi mengumbar aurat. Begitu masuk Islam, aku memang tak langsung berhijab. Semuanya aku lewati melalui proses yang panjang. Aku merasa mendapat sentilan langsung dari Allah saat memutuskan berhijab.
Waktu itu entah mengapa aku benci dengan mukaku, berkali-kali aku selfie namun aku merasa buruk. Aku tak mau melihat cermin karena wajahku seolah berubah. Ketika aku melihat hijab tergeletak di ruang tamu dan mencoba memakainya, aku merasa wajahku kembali seperti semula. Aku seolah menemukan “inilah aku yang sebenarnya”. Aneh memang, namun begitulah yang aku rasakan.
Suamiku senang melihat aku berhijab. Dialah yang menjadi saksi hidupku, sejak aku masih buka-bukaan hingga kini telah tertutup. Kami berdua saling mendukung menuju kebaikan, sama-sama berhijrah ke jalan yang benar. Hal-hal buruk di masa lalu sudah aku buang ke dalam ruang yang tak tertembus cahaya. Artinya aku tak lagi mau mengingat masa laluku, yang paling penting adalah bagaimana aku hidup di masa sekarang dan untuk masa depan. Aku ingin terus memperdalam ilmu agama. Dan, yang paling aku harapkan adalah ingin segera bisa lancar membaca al-Qur’an.
Perubahan sangat aku rasakan setelah masuk Islam. Aku yang dahulu emosional, kini menjadi lebih tenang dan sabar. Aku kini benar-benar percaya akan adanya dan kehadiran Allah SwT. Aku merasakan betul bagaimana Allah menuntun langkahku. Hidayah yang Dia berikan lewat mimpiku sebelum aku masuk Islam, yakni aku diperintahkan untuk shalat, membuat kalbuku tersentuh dan meyakini bahwa Islam adalah agama pilihan Allah untukku. Untuk itu aku ingin menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya agar menjadi manusia yang baik di mata Allah, bukan di mata manusia.

Tak pernah ada perasaan menyesal memilih menjadi seorang mualaf. Meskipun mendapat hinaan, penolakan dimana-mana, dikatakan najis, goblok, dan tidak ada kerjaan, aku tetap pada pendirianku. Aku justru terus mengubah diri dengan mengubah penampilan menjadi syar’i, tak peduli dikatakan kuno atau jadul. Aku bangga menjadi seorang muslimah. Terlepas dari kekurangan diri ini yang masih harus banyak diperbaiki lagi. Allah SwT selalu mendidikku langsung secara perlahan tapi pasti. [melisaekapratiwi/alfalah]

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Post a Comment

Visit Us


Top