Berita

KAJIAN

IQTISHOD

ARTIKEL

KHAZANAH

Kesehatan

Muslimah

Iptek

Download


“Dari Abu Hurairah ia berkata, rasulullah saw bersabda; Sesungguhnya Allah berfirman: Barangsiapa yang memusuhi wali-Ku, sungguh Aku mengumumkan perang kepadanya. Tidaklah hamba-Ku mendekat kepada-Ku dengan sesuatu yang lebih Aku cintai daripada hal-hal yang Aku wajibkan kepadanya. Hamba-Ku tidak henti-hentinya mendekat kepada-Ku dengan ibadah-ibadah Sunnah hingga Aku mencintainya. Jika Aku telah mencintainya, Aku menjadi pendengarannya yang ia gunakan untuk mendengar, menjadi penglihatannya yang ia gunakan untuk melihat, menjadi tangannya yang ia gunakan untuk berbuat, dan menjadi kakinya yang ia gunakan untuk berjalan. Jika ia meminta kepada-Ku, Aku pasti memberinya. Dan jika ia meminta perlindungan kepada-Ku, Aku pasti melindunginya. Aku tidak pernah ragu-ragu terhadap sesuatu yang Aku kerjakan seperti keragu-raguan-Ku tentang pencabutan nyawa orang Mukmin. Ia benci kematian dan Aku tidak suka menyusahkannya.” [HR. Bukhari]
Hadits ini shahih, bersumber dari Abu Hurairah, diriwayatkan oleh Imam Bukhari no. 6502, Imam Baihaqi dalam Sunan al-Kubra, III/346; IX/219. Dalam Syarhus Sunan al-Baghawi no. 1248, komentar beliau (al-Baghawi) tentang hadits ini adalah shahih. Demikian juga, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata; Nabi bersabda dalam hadits yang shahih yang diriwayatkan dari Rabbnya, sambil menyebutkan hadits di atas.
Meski hadits ini dinilai shahih oleh al-Baghawi dan Ibnu Taimiyah, dan diriwayatkan oleh Bukhari dalam shahihnya, namun ada juga ulama yang memperbincangkannya, karena ada rawi yang lemah. Nashirudin al-Albaniy mengatakan hadits ini shahih, karena ada “syawahid”nya (penguatnya) sebagaimana yang dijelaskan al-Albaniy dalam silsilah al-Hadits as-Shahihah no. 1640.
Makna Wali; dalam bahasa Arab kata “Wali” diambil dari kata “al-walayah” yang artinya kedekatan. Maksudnya adalah; orang yang mendekatkan diri kepada Allah SwT melalui amalan-amalan yang shalih dan perkataan yang lurus. Semakin shalih amalan seseorang, maka akan semakin dekat juga kedudukannya dengan Allah. Berarti, tingkat/derajat kewaliannya juga akan semakin tinggi. Sebaliknya, semakin sedikit amalan shalihnya seseorang, maka akan semakin jauh kedudukannya dari Allah, dan tingkat kewaliannya juga akan semakin rendah.
Jadi makna wali yang dimaksud adalah; bukan tertuju kepada “hebat”nya seseorang, yang dianggap serba bisa; bisa menghilang, bisa terbang, bisa berjalan di atas air, bisa pulang pergi ke Mekkah dalam tempo satu jam, bisa menyembuhkan orang dengan “karomah”nya dan lain sebagainya. Tetapi yang dimaksud adalah ghirah ibadah seseorang yang dia lakukan secara konsisten dalam rangka menjalin kedekatan kepada dirinya kepada Allah SwT. Di dalam surat al-Isra’ [17]:57 Allah berfirman:
17_57.png

“Orang-orang yang mereka seru itu, mereka sendiri mencari jalan kepada Tuhan mereka siapa diantara mereka yang lebih dekat (kepada Allah) dan mengharapkan rahmat-Nya dan takut akan azab-Nya; Sesungguhnya azab Tuhanmu adalah suatu yang (harus) ditakuti.” [moh.shodiq/sm]

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Post a Comment

Visit Us


Top