Berita

KAJIAN

IQTISHOD

ARTIKEL

KHAZANAH

Kesehatan

Muslimah

Iptek

Download


Pada 1968, Pak Azhar kembali ke tanah air. Kehadirannya di Indonesia pasti telah lama dinantikan oleh orangtua dan keluarga. Benar dan terbukti seperti apa yang dikatakan oleh Prof. KH. Abdul Kahar Mudzakkir. Kepulangannya telah banyak pihak yang memerlukannya. Setahun berada di Yogyakarta, ia menjadi Dosen tetap Fakultas Filsafat UGM hingga pensiun (1969-1993). Ia juga diminta memberi kuliah di Fakultas Hukum dan Fakultas Sastra UGM. Selain itu, ia memberi kuliah di Fakultas Hukum dan Fakultas Ekonomi UII, UMY, UMS, dan UMM. Juga memberi kuliah pada Program Pascasarjana UI dan IAIN SUnan Kalijaga Yogyakarta.
Menjadi Ketua PP Muhammadiyah
PP Muhammadiyah yang waktu itu berada di bawah kepemimpinan KH AR Fachruddin tentu menyambut menyambut kepulangan Pak Azhar dengan senang hati dan rasa syukur kepada Allah. Karena yang telah sekian lama ditunggu telah datang dengan selamat. Pastilah kepadanya telah disampaikan banyak harapan untuk berkiprah kembali meneruskan perjuangan dan memperkuat Muhammadiyah. Apalagi sejak masih anak dan remaja, ia aktif dalam Kepanduan Hizbul Wathan dan Pemuda Muhammadiyah. Bahkan, sebelum berangkat ke luar negeri untuk tugas belajar, ia menjadi Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah (1954-1956).
Menjelang Muktamar ke-42, Pak AR, demikian panggilan akrabnya di kalangan Muhammadiyah dan masyarakat, dalam banyak kesempatan sudah sering mengisyaratkan agar Pimpinan Muhammadiyah tidak lagi memilihnya menjadi Ketua PP Muhammadiyah. Karena ia telah lama menduduki jabatan itu dan telah berusia. Orang yang paling tepat untuk menggantikannya ialah Pak Ahmad Azhar. Sadar diri terhadap hal itu, maka pantas kalau ia berharap kepadanya kesediaan untuk menggantikannya.
Muktamar ke-42 berlangsung di Yogyakarta tahun 1990. Presiden Soeharto hadir memberi amanah dan sekaligus membuka Muktamar ke-42. Upacara pembukaan Muktamar bertempat di Stadion Mandalakrida. Berlangsung meriah dan banyak mendapat perhatian masyarakat khususnya dari keluarga besar Muhammadiyah. Sedangkan sidang-sidang Muktamar bertempat di lapangan ASRI (di tengah lapangan dibuat bangunan tobong besar) yang bangunan bagian depannya adalah gedung bertingkat kampus awal UMY di Jl. HOS. Cokroaminoto, Yogyakarta. Gedung ini sekarang antara lain digunakan untuk ASRI Medical Centre.

Dalam Muktamar ke-42 ini terpilih KH. Ahmad Azhar Basyir, MA menjadi ketua PP Muhammadiyah (1990-1995). Inilah puncak karier pengabdian Pak Azhar sebagai Ketua PP Muhammadiyah meski tidak sampai akhir periode. Sebab, tahun 1994, satu tahun sebelum periodenya habis, ia telah dipanggil lebih dahulu menghadap ke hadirat Allah SwT. Meski ia lebih muda daripada Pak AR yang menyerahterimakan estafet kepemimpinan kepadanya. Kemudian barulah Pak AR menyusulnya menghadap Allah beberapa bulan setelah itu. Sisa akhir periode kepemimpinan Pak Azhar lalu dilanjutkan oleh Prof. Dr. HM. Amien Rais, MA. yang dalam periode ini menjadi Wakil Ketua PP Muhammadiyah. Dan dalam Muktamar ke-43 tahun 1995, Pak Amien Rais terpilih menjadi Ketua PP Muhammadiyah (1995-2000).bersambung. [muchlasabror/sm]

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Post a Comment

Visit Us


Top