Berita

KAJIAN

IQTISHOD

ARTIKEL

KHAZANAH

Kesehatan

Muslimah

Iptek

Download


Masih belum redup sisa gelora semangat aksi damai 212. Aksi yang dipenuhi pujian oleh banyak kalangan. Aksi yang memberikan citra bahwa Islam adalah menjaga kedamaian dan kebersihan. Namun, satu sisi yang dapat dilihat dalam aksi tersebut adalah bahwa ghirah itu masih kuat di dada setiap Muslim.
Ghirah atau cemburu, secara bebas, dapat diterjemahkan sebagai semangat yang menggelora karena tidak mau dihina, diremehkan, atau kehormatannya dikurangi. Semangat bergelora itu bukan hanya tentang diri sendiri, tetapi juga untuk di luar dirinya. Bisa untuk orang yang dicintainya. Bisa juga untuk Tuhannya. Orang tiba-tiba semangat tinggi, sangat bergelora, bahkan kadang marah, gemas, atau menangis, bila sesuatu yang dicinta, disuka, atau disayang, ternyata dilecehkan, diganggu, atau direndahkan kehormatannya.
Oleh itu, ghirah selalu berkait dengan cinta. Orang akan rela mengorbankan apapun, termasuk jiwanya, jika tersentuh ghirahnya. Ia rela melakukan apapun untuk mempertahankan cintanya. Ia tiba-tiba merah muka bila yang ia cintai atau ia junjung tinggi disepelekan, bahkan dihina. Selemah apapun kondisinya, secara spontan, ia akan memaksakan dirinya untuk bangkit dan menunjukkan ghirahnya.
Meskipun begitu, ghirah tidak bisa dikonotasikan dengan kemarahan, pengrusakan, dan kebencian. Tidak harus. Semangat menggelora tidak selalu sejajar dengan perilaku destruktif. Ghirah dapat mewujud dalam perilaku untuk selalu lebih baik. Ekspresi cemburu bahkan sering berbentuk kerelaan berkorban dan meningkatkan perhatian dan kasih sayang.
Dalam kehidupan sehari-hari, sudah selayaknya kita menjaga ghirah. Selayaknya juga menjaga agar tidak mudah menyinggung, mencela, apalagi menghina sesuatu yang disuka, dicinta, bahkan dipedomani oleh orang lain. Disitulah pangkalnya. Ghirah tidak dapat diduga ekspresinya. Ia akan bisa meledak tinggi, meskipun tata kesantunan tetap terjaga. Ia akan menenggelamkan segalanya, meskipun di dadanya tetap ada cinta.

Apalagi ghirah dalam beragama. Akan lebih kuat efeknya. Orang akan mengikhlaskan segala yang dimiliki demi membuktikan ghirahnya. Dalam sebuah hadits disebutkan, “Sesungguhnya Allah sangat cemburu untuk orang Islam, maka Muslim pun harus cemburu untuk Allah”. Hadits riwayat Thabrani ini membawa makna bahwa Allah akan menjaga martabat Muslim jika kecintaannya terhadap Allah dicela. Maka, demikian juga Muslim akan menggelorakan semangatnya jika Allah diremehkan. Begitulah ghirah. Ia berjalan bareng dengan cinta. Tapi memiliki power dan pesona yang tidak dapat diduga. [sm/ba]

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Post a Comment

Visit Us


Top