Berita

KAJIAN

IQTISHOD

ARTIKEL

KHAZANAH

Kesehatan

Muslimah

Iptek

Download


Saya buka buku pelajaran SD kurikulum 2013, bab pertamanya membahas air. Manfaatnya, akibat ketiadaannya, fakta-fakta kemarau, semua dipaparkan untuk menanamkan kecintaan menjaga air sebagai bagian dari lingkungan hidup. Satu yang hilang dari pelajaran tersebut; Tauhid.
Tidak ada bagian yang mengajak siswa merenung dari mana asal air, kenapa air diciptakan, atau sedikitnya mensyukuri air sebagai karunia dan kasih sayang Tuhan.
Kesempatan untuk mengajak murid memperdalam keimanan ini terlewat begitu saja apabila guru tidak segera merenungkan pesan Allah SWT:
وَهُوَ الَّذِي أَرْسَلَ الرِّيَاحَ بُشْرًا بَيْنَ يَدَيْ رَحْمَتِهِ ۚ وَأَنْزَلْنَا مِنَ السَّمَاءِ مَاءً طَهُورًا
Dialah yang meniupkan angin (sebagai) pembawa kabar gembira dekat sebelum kedatangan rahmat-nya (hujan); dan Kami turunkan dari langit air yang amat bersih[QS. Al-Furqan: 48]
Air hujan disebut “thohūron” (air yang amat bersih) sama dengan imbalan-Nya bagi penduduk jannah tertinggi:
وَسَقَاهُمْ رَبُّهُمْ شَرَابًا طَهُورًا
dan Tuhan memberikan kepada mereka minuman yang bersih (dan suci).[QS. Al-Insan 20]
Bayangkan, bila Allah SWT, Dia sendiri yang memberikan kepada para penduduk surga –mudah-mudahan itu kita, insyaallah– minuman yang thohūron, tentulah minuman itu demikian istimewanya di kalangan penduduk langit. Sedangkan thohūron juga digelarkan kepada air hujan, yang meski tidak sama dengan yang dijanjikan di langit, tentulah istimewa pula!
Salah satu manfaat air hujan mampu menjadi pembersih (udara, kulit), menyerap kotoran yang ada, di samping berbagai manfaat lainnya.
Jikalau guru mampu mengingatkan muridnya kepada Sang Pencipta air, tentulah kebermanfaatan air itu tidak hanya dijaga, tapi juga disyukuri, yang tentunya akan mencegah mereka dari perbuatan boros, sia-sia, termasuk gemar berbagi keberkahan air dari langit kepada sesama. Itulah sekolah tauhid, yang menjadikan setiap pembelajarannya menambah keimanan dan ketaqwaan.

Gilig Pradhana (Perintis pendirian Kuttab di Jember)

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Post a Comment

Visit Us


Top