Berita

KAJIAN

IQTISHOD

ARTIKEL

KHAZANAH

Kesehatan

Muslimah

Iptek

Download


Kepercayaan diri merupakan aspek kepribadian manusia yang berfungsi penting agar dapat mengembangkan potensi yang dimilikinya. Dengan adanya rasa percaya diri maka seseorang akan mudah bergaul, mereka tidak malu maupun canggung menghadapi orang yang lebih tua, lebih pandai, maupun lebih kaya. Mereka akan berani menampakkan dirinya secara apa adanya, Tanpa menonjolkan kelebihan serta menutup-nutupi kekurangan. Ini disebabkan orang yang percaya diri telah benar-benar memahami dan mempercayai kondisi dirinya, sehingga telah bisa menerima keadan dirinya apa adanya sebagaimana Allah telah takdirkan baginya untuk hidup.
Sebagai manusia hendaknya kita selalu percaya diri dan tidak mudah putus asa untuk terus mencari karunia serta rahmat Allah SwT. Banyak manusia yang cepat putus asa bahkan melampiaskannya dengan bunuh diri atau minum minuman keras, dan perilaku negatif lainnya. Hal itu disebabkan karena pemikirannya yang dangkal dan jauh dari nilai-nilai yang terkandung dalam al-Qur’an. Kita sebagai manusia wajib berikhtiar, karena semua masalah pasti ada jalan keluarnya. Allah SwT berfirman:
“Hai anak-anakku, pergilah kamu, maka carilah berita tentang Yusuf dan saudaranya dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir.” (QS. Yusuf [12]:87).
Kita sebagai manusia wajib ikhtiar kepada Allah SwT karena semua masalah pasti ada jalan keluarnya. Sebagaimana pesan Nabi Yaqub as kepada anak-anaknya dalam mencari saudaranya Yusuf serta Bunyamin. Pada ayat di atas pesan Nabi Yaqub as bukan saja memerintahkan kepada anak-anaknya untuk terus berharap dan percaya diri serta tidak putus asa dalam mencari saudaranya, tetapi ada pesan kepada kita semua agar percaya diri dan tidak putus asa dalam mencari rahmat Alah SwT. Kata ‘rauh’ dari ayat tersebut lebih dalam makna dan takarannya serta lebih banyak kandungannya, didalamnya mengandung naungan tempat beristirahat dari musibah yang mencekik dengan apa yang menghibur jiwa. Maka dari itu orang-orang yang beriman selalu berhubungan dengan Allah, raga dan batin mereka selalu disirami dengan rahmat Allah yang menghidupkan dan memberikan semangat. Mereka itu tidak pernah putus asa dari rahmat Allah, walaupun mereka diliputi oleh segala musibah yang menghampirinya, karena mereka dalam ketenangan kepercayaan terhadap Allah SwT.
Dari ayat di atas juga bahwa Nabi Yaqub as sebagai orangtua yang tentunya banyak memiliki pengalaman dan kesabaran juga ilmu yang tinggi. Pesan percaya diri dan tidak putus asa bukan saja ditunjukkan bagi orangtua kepada anaknya, orang yang lebih tua kepada yang lebih muda tetapi juga pesan yang disampaikan dari orang yang berilmu baik tua ataupun muda.
Sikap percaya diri dan tidak putus asa yang dilandaskan pada iman, menyebabkan segala bentuk tekanan tidak dijadikan sebagai kendala, tetapi sebuah tantangan yang akan membentuk kepribadian dirinya menjadi lebih cemerlang. Sebaliknya orang yang memiliki sikap tidak percaya diri, putus asa, dan pesimis adalah termasuk orang-orang yang putus harapan, fasik dan sesat, serta kufur. Firman Allah SwT : Ibrahim berkata: “Tidak ada yang berputus asa dari rahmat Tuhan-nya, kecuali orang-orang yang sesat”. (QS. al-Hijr [15]:56)

Balasan apa yang diterima bagi orang-orang yang percaya diri dan tidak putus asa, serta balasan apa pula yang diterima bagi orang-orang yang tidak percaya diri dan putus asa? Apa yang kita berikan itu pada dasarnya adalah apa yang akan kita terima di masa yang akan datang. Kita begini dan begitu adalah hasil dari pilihan kita sendiri. Firman Allah SwT dalam Surat al-Zalzalah ayat 7-8, semua perbuatan yang kita lakukan di dunia akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SwT. Sekecil apapun perbuatan kita di dunia akan dipertanggungjawabkan di akhirat kelak. Kata az-zarrah adalah semut yang terkecil (maksudnya atom). Begitupun bagi orang yang tawakal, percaya diri dan tidak putus asa dalam mencari ridha Allah, mereka kelak akan menemui Tuhannya dan akan mendapatkan balasan yang indah yaitu surga. Dan bagi orang-orang yang melanggar perintah Allah akan dibalas dengan siksaan yang pedih. Firman Allah SwT dalam surat al-Baqarah [2] ayat 223: “dan bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa kamu kelak akan menemui-Nya, dan berilah kabar gembira orang-orang yang beriman.” [islamaktual/tabligh/roismahfud]

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Post a Comment

Visit Us


Top