Berita

KAJIAN

IQTISHOD

ARTIKEL

KHAZANAH

Kesehatan

Muslimah

Iptek

Download


Mereka diliputi kehinaan di mana saja mereka berada, kecuali jika mereka berpegang kepada tali (agama) Allah dan tali (perjanjian) dengan manusia, dan mereka kembali mendapat kemurkaan dari Allah dan mereka diliputi kerendahan. Yang demikian itu karena mereka kafir kepada ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi tanpa alasan yang benar. Yang demikian itu disebabkan mereka durhaka dan melampaui batas. (QS. Ali Imran [3]:112)
Indonesia merupakan negara hasil perjanjian antar manusia-manusia yang menjadi penduduknya. Perjanjian ini harus dipegang, kalau tidak maka akan diliputi kehinaan. Membela perjanjian dengan sesama manusia ini tidak bertentangan dengan berpegang kepada agama Allah swt. Justru dalam Al Quran dua hal ini disandingkan menunjukan dua hal ini saling melengkapi.
Ketika Nabi Muhammad SAW. tiba di Madinah beliau berdoa
“Ya Allah, jadikan kami mencintai Madinah seperti cinta kami kepada Makkah, atau melebihi cinta kami pada Makkah” (HR al-Bukhari 7/161)
Makkah adalah tanah air nabi, dan nabi mencintainya. Maka mencintai tempat kelahiran adalah sunnah.
Nasionalisme tidak boleh jatuh kepada chauvinisme dan fasisme. Contohnya yang dilakukan Adolf Hitler yang mengagungkan bangsanya dengan berlebih-lebihan.
Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. (QS. Al Hujurat [49]: 13)
Dari ayat ini kita tahu bahwa pada dasarnya manusia adalah satu ayah ibu, namun sudah sunnatullah bahwa manusia dijadikan suku-suku dan bangsa-bangsa yang berbeda. Perbedaan suku dan bangsa ini bukan agar berkonflik, namun agar bisa saling mengenal. Ukuran kemuliaan di sisi Allah adalah takwanya, bukan suku bangsanya.

Ir. Soekarno mengutip Mahatma Ghandi mengatakan, my nationalism is humanity, nasionalisme kami adalah kemanusiaan. Ia mencintai tanah airnya dengan meluap-luap, tetapi tidak terjatuh pada berhala ala fasisme Jepang, Italia atau Jerman. Ia memeluk nasionalisme tetapi juga menyeru persaudaraan antar-bangsa, terutama yang baru merdeka di Asia dan Afrika. [islamaktual/robbyrodliyya]

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Post a Comment

Visit Us


Top