Berita

KAJIAN

IQTISHOD

ARTIKEL

KHAZANAH

Kesehatan

Muslimah

Iptek

Download


Masalah Ketiga: Jagalah Tauhid
Yang terakhir inilah yang paling penting. Yakni seringkali terdapat nilai-nilai yang bersinggungan antara pelajaran PKN dengan agama Islam. Hal ini dikarenakan keduanya mengatur kehidupan bermasyarakat dan bernegara, baik Islam maupun Pancasila sama-sama dinyatakan sebagai pandangan hidup.
Maka jika tidak selaras tentu ada benturan, sedangkan besar kecilnya tergantung konsekuensi yang dituntut masing-masing jalan hidup tersebut. Padahal siapapun tidak mungkin bisa menerima dua klaim kebenaran yang saling bertolak belakang. Misalnya di dalam ajaran Islam dikatakan, “Agaa yang diridhoi di sisi Allah hanyalah Islam”, sedangkan dalam pelajaran kebudayaan didengungkan, “semua agama mengajarkan kebaikan dan oleh karenanya semua agama benar, sehingga pemeluk-pemeluknya akan masuk dalam surga.” Jikalau ini dipaksakan, yang terjadi adalah sekulerisme. Persis seperti yang terjadi pada murid SMK 3 saya, “Kalau pelajaran agama, saya menjawab manusia pertama adalah Adam, tapi kalau pelajaran IPA saya jawab kera.”
Kasus Sumber Hukum
Dalam buku “TOP NO 1 Ulangan Harian SMP/MTs Kelas 8 Oleh Tim Guru Indonesia” dicantumkan soal mengenai kedudukan Pancasila,
2. “Pancasila merupakan sumber dari segala sumber hukum negara”  terdapat dalam Undang-undang no. 10 tahun 2004 pasal …
Pembahasan:
Sebagaimana ditegaskan dalam Undang-undang (UU) No. 10 tahun 2004 tentang pembentukan peraturan perundang-undangan, pasal (2) “Pancasila merupakan sumber dari segala sumber hukum negara.”
Setiap orang tidak mungkin membenarkan kalimat di atas kecuali bila memiliki 2 masalah dalam dirinya, yang pertama dia telah berpikir sekuler, dengan mengatakan “Ini kan urusan negara, bukan urusan agama.” Maka jadilah agama dipinggirkan dalam kehidupan bernegara. Negara kering dari sendi-sendi agama, bahkan akhirnya akan menjadi anti-agama.
Permasalahan kedua adalah dia telah kehilangan tauhid, yakni dengan meyakini bahwa dalam segala urusan Allah-lah yang nomor satu, yang tertinggi, yang menjadi segala sumber pertimbangan akal. Bahkan dalam hal berbusana, makan, berjalan, atau hal-hal lain yang mungkin dikira sebagian orang tidak ada hubungannya dengan agama, Islam memiliki aturannya, lalu bagaimana mungkin dalam hal bernegara tidak ada? Hal pertama yang harus dipertimbangkan setiap Muslim adalah, “Bagaimana hukumnya menurut Al-Qur’an dan Sunnah?”
Itulah sebabnya sulit bagi Muslim yang bertauhid untuk menerima kalimat undang-undang di atas. [islamaktual]
Gilig Pradhana [Perintis pendirian Kuttab di Jember]

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Post a Comment

Visit Us


Top