Berita

KAJIAN

IQTISHOD

ARTIKEL

KHAZANAH

Kesehatan

Muslimah

Iptek

Download


Keprihatinan dan penyesalan diungkapan Haedar Nashir selaku Ketua PP Muhammadiyah terkait tindakan pengrusakan tempat ibadah di Tanjung Balai, Sumatera Utara. Haedar mengatakan tindakan kekerasan serta pengerusakan terhadap tempat ibadah tidak dibenarkan oleh ajaran agama apapun.
Namun, Haedar juga menggarisbawahi bahwa anggota masyarakat dimanapun agar menghormati dan menjaga toleransi terhadap umat agama lain yang melaksanakan ibadah serta aktivitas keagamaan. Karena hal ini menurut Haedar merupakan bagian dari hak beragama yang diakui konstitusi, sehingga tidak boleh dianggap sebagai gaduh dan mengganggu ketenangan publik.
“Jika masyarakat sangat toleran kalau ada hiburan-hiburan musik dan pertunjukan lainnya, maka selayaknya tidak merasa terganggu dengan suara adzan dan kegiatan yang diselenggarakan di masjid maupun pusat kegiatan ibadah lainnya,” papar Haedar, Senin (1/8) lalu seperti dikutip dari islampos.com.
Haedar melanjutkan, sikap saling menghargai dan toleran merupakan sebuah keniscayaan, “Jika hal itu diingkari akan menimbulkan disharmoni dan dapat memicu konflik,” ujar Haedar.

“Dalam menghadapi masalah semestinya anggota masyarakat mengedepankan cara-cara yang damai dan solusi yang maslahat, serta tidak main hakim sendiri dan melakukan kekerasan atau pengrusakan. Semua perlu proses pembelajaran terus menerus sebagai bangsa yang besar dan majemuk. Semoga Allah SWT memberkahi bangsa Indonesia,” demikian pungkas Haedar. [islamaktual/islampos]

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Post a Comment

Visit Us


Top