Berita

KAJIAN

IQTISHOD

ARTIKEL

KHAZANAH

Kesehatan

Muslimah

Iptek

Download


Pengalaman gaib yang aku rasakan membuatku gelisah dan bertanya-tanya. Ada gelombang bunyi yang tertangkap oleh daun telingaku. Gelombang itu lalu masuk ke liang telingaku, dan menggetarkan tulang-tulang pendengaranku. Bunyi itu adalah seruan untuk mengajak orang melakukan shalat (adzan).
Bunyi yang terdengar jelas itu sampai membuatku bingung, kenapa berkali-kali adzan itu begitu dekat di telingaku. Padahal seharusnya lima kali saja dalam sehari. Awalnya aku diamkan saja hal itu, namun lama-lama aku terusik. Mengapa aku yang Katholik ini mengalami kejadian di luar nalar seperti itu.
Sebagai salah satu pengurus di kelembagaan Katholik, aku aktif dalam kegiatan bakti sosial dan rutin mengadakan acara gereja. Berdoa di gereja menjadi aktivitas rutinku, namun sekalipun aku tidak pernah berdoa meminta ke Yesus yang oleh kaum Kristiani dipercaya sebagai Tuhan. Aku mempercayai Tuhan cuma satu. Aku cuma lurus memanjatkan doaku pada Allah Bapa. Sedangkan Bunda Maria, aku mengakuinya sebagai orang suci.
Karena keanehan itu terjadi terus-menerus, yakni kerap mendengar suara adzan, aku pun berdoa. Minta diberi petunjuk, harus kemana aku melangkah. Selama berjam-jam aku berdoa di gereja yang tak jauh dari kampusku. Hingga menjelang sore hari, aku melihat kejadian yang tak biasa. Entah itu halusinasi atau bukan, yang jelas bagiku tampak nyata. Aku melihat bunga sedap malam di dekat patung Bunda Maria layu, padahal awalnya terlihat segar. Kemudian semakin aku pandangi, patung Bunda Maria itu seolah menatapku. Tatapannya begitu sedih, dan aku tak mengerti mengapa bisa seperti itu.
Keesokan harinya, aku berdoa lagi gereja. Setelahnya, aku diberi mimpi terus menerus setiap malam. Seperti di dalam rumah, yang banyak orang sedang membaca al-Qur’an. Memimpikan hal yang sama berkali-kali, membuatku berdoa lagi agar diberi mimpi yang bisa menjadi petunjuk bagiku. Rupanya doaku didengar, aku bermimpi berada di sebuah hutan, kemudian berlari seolah ada yang mengejar. Aku jatuh ke dalam lubang yang dalam, lalu berteriak minta tolong. Lalu datang seorang pria paruh baya menolongku. Aku dibawa ke rumahnya, dan sesampainya di sana aku disambut banyak orang dengan wajah bahagia. Mereka seolah telah menanti kedatanganku. Di ujung mimpi, aku tiba-tiba mengucap dua kalimat syahadat. Seketika aku terbangun dari tidur dengan perasaan heran. Apakah ini jawabannya?
Aku mulai yakin dengan Islam. Aku mulai meragukan soal tritunggal mahakudus, trinitas, juga beberapa ayat dalam Alkitab. Boleh dibilang, aku sangat rajin membaca Alkitab, bahkan untuk kalimat yang bagus dan penuh kedamaian, selalu kutandai dengan stabilo. Tapi dari situ aku kerap menemukan inkonsistensi dari satu kalimat dengan kalimat lain yang sebetulnya saling berkaitan. Termasuk soal ketuhanan Yesus, aku juga tidak menemukan di Alkitab pernyataan Yesus yang menyebut dirinya sebagai Tuhan. Bahkan dalam Alkitab juga ada ayat yang menegaskan bahwa babi itu haram.
Aku teliti Injil lama dan baru, kucari surat-surat yang sama lalu membandingkannya. Dan aku selalu menemukan perbedaan. Mengapa yang disebut kitab suci bisa seperti ini? Aku mulai yakin jika ada campur tangan manusia di dalamnya.

Setelah melewati proses pencarian, akhirnya pada 2008, aku memutuskan masuk Islam. Aku pergi ke Masjid Al-Falah Surabaya untuk berikrar mengucap dua kalimat syahadat. Aku merasa lega dan mulai menjalankan ibadah sebagai umat Muslim. Inilah jawaban doaku. Aku telah dituntun pada Islam yang bukan sekedar agama, melainkan keselamatan. Setelah menjadi Muslim aku tak lagi mengalami gangguan suara yang terdengar di telingaku. Bersyukur aku kepada Allah yang telah menunjukkan hidayah-Nya padaku. [islamaktual/alfalah]

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Post a Comment

Visit Us


Top