Berita

KAJIAN

IQTISHOD

ARTIKEL

KHAZANAH

Kesehatan

Muslimah

Iptek

Download


Perintah dakwah kepada Nabi Muhammad saw, dalam Surat an-Nahl ayat 125 pertama-tama disebutkan dakwah bil hikmah. Apakah yang dimaksud dengan dakwah bil hikmah itu? Diantara mufassir ada yang memaknai bil hikmah dengan bijaksana, yakni dakwah dengan memperhatikan kondisi mad’u. Ada juga yang memaknai al-hikmah dengan al-Qur’an, artinya dakwah harus berlandaskan hukum-hukum al-Qur’an yang kemudian diikuti dengan memberikan makna kepada al-maw’izhatul hasanah dengan sunnah Rasul. Artinya dakwah harus berlandaskan al-Qur’an dan Sunnah dan bertujuan untuk memasyarakatkan al-Qur’an dan Sunnah.
Adalah Syaikh Abu Bakar Jabir al-Jazairi dalam kitabnya Aysar al-Tafasir, memberikan makna al-hikmah dalam konteks dakwah makna adalah dakwah dengan al-Qur’an dan perkataan yang jelas, lugas dan benar disertai dengan dalil dan argumen yang benar. Adapun dalam konteks pemberian khusus dari Allah kepada orang-orang khusus yang dikehendaki Allah seperti dalam al-Baqarah ayat 269, al-hikmah dimaknai memiliki pemahaman yang mendalam akan rahasia syariat, selalu menjaga al-Qur’an dan al-Sunnah.
Dalam konteks ayat yang lain (QS. al-Isra’ ayat 39) Al-Jazairi memaknai al-hikmah adalah mengetahui segala hal yang dicintai Allah sehingga seseorang dengan mentaatinya dapat mendekatkan diri kepada Allah dan memahami segala yang dibenci dan dimurkai Allah, sehingga dengan meninggalkan dan menjauhinya seseorang dapat pula menjadi semakin dekat kepada Allah SwT. Adapun al-hikmah sebagaimana diberikan kepada Luqman al-Hakim adalah pemahaman yang mendalam dalam masalah agama (diniyyah) dengan akal pikiran yang cerdas dan hanif, sehingga dapat memutuskan perkara-perkara penting dengan tepat dan memberikan manfaat dan maslahat kepada umat manusia.
Dalam tafsir al-Qur’an yang disusun oleh Tim Penyusun tafsir Departemen Agama RI (kini Kemenag RI), dijelaskan bahwa dakwah bil hikmah adalah dakwah dengan ilmu pengetahuan yang berkenaan dengan rahasia, faedah, manfaat dan maksud dari wahyu Ilahi dengan cara yang disesuaikan dengan situasi dan kondisi, sehingga mengena dan mudah dipahami umat. Hikmah mengandung unsur-unsur: (1) pengetahuan tentang rahasia dan faedah segala sesuatu, sehingga dengan pengetahuan itu sesuatu dapat diketahui keberadaannya, (2) perkataan yang tepat dan benar yang menjadi dalil (argumen) untuk menjelaskan mana yang haq dan bathil atau syubhat (samar-samar dan meragukan), (3) mengetahui hukum-hukum al-Qur’an dan paham al-Qur’an, paham agama, takut kepada Allah, serta benar perkataan dan perbuatan.

Kalau dicermati dengan seksama, makna al-hikmah di atas, agaknya dakwah bil hikmah sejalan dengan gagasan Muhammadiyah, yakni dakwah pencerahan, dakwah yang mencerdaskan umat, sehingga dengan gembira menggerakkan dan melaksanakan ajaran Islam dengan kehidupan membawa kemajuan umat dan bangsa, sehingga terwujud bangsa dan negeri yang maju, indah, dengan tata kelola yang baik dilandasi oleh keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SwT. Negeri itu digambarkan sebagai baldatun thayyibatun wa rabbun ghafuur. [tabligh/syamsulhidayat]

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Post a Comment

Visit Us


Top