Berita

KAJIAN

IQTISHOD

ARTIKEL

KHAZANAH

Kesehatan

Muslimah

Iptek

Download


Digadang-gadang maju dalam bursa pencalonan Gubernur Jakarta melawan Ahok pada Pemilihan Gubernur tahun 2017 nanti, Ridwan Kamil, Walikota Bandung memutuskan untuk tidak melakukannya.
“Masalah batin saya hanya satu. Saya belum selesai menunaikan tugas sebagai Walikota Bandung. Andai pilkada di Indonesia ini bisa serempak awal dan akhirnya, tentu tidak akan ada dilema seperti ini,” unggah Walikota Bandung itu di laman facebooknya, Senin (29/02) kemarin.
Lebih lanjut Kang Emil (sapaan Ridwan Kamil) menyatakan, jika pilkada bisa serempak semua, tidak akan ada stigma pemimpin kutu loncat bagi mereka yang ingin mengabdi ke jenjang lebih tinggi.
“Jika mengikuti hawa nafsu dan hitungan matematika pilkada, pastilah saya tidak banyak berpikir panjang. Namun hidup tidaklah harus selalu begitu. Saya ingin bahagia tanpa mencederai. Saya ingin menang tanpa melukai,” tukasnya.
“Memenangkan pemilihan Gubernur Jakarta 2017 bukan hal yang mustahil. Saya dulu memulai pemilihan di Bandung dengan 6% sebagai ’nobody’, sementara incumbent sudah 30%. Dan akhirnya menang 45% dengan determinasi dan strategi kreatif ini itu,” ujarnya.
Dari survey terakhir di Jakarta, lanjut Ridwan, popularitas dirinya sudah 60% dan elektabilitas 20%. Padahal, dirinya belum bergerak sama sekali.

“Menang kalah dalam hidup adalah biasa. Cinta saya pernah ditolak 2 kali. Kalah dalam sepakbola sering. Masuk arsitektur gara-gara tidak berhasil masuk Teknik Kimia ITB dan saya pernah dilecehkan berkali-kali saat di Amerika karena minoritas dan faktor ras,” tukas Walikota yang juga arsitek ini. [islamaktual/islampos]

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Post a Comment

Visit Us


Top