Berita

KAJIAN

IQTISHOD

ARTIKEL

KHAZANAH

Kesehatan

Muslimah

Iptek

Download


Makin beraninya kaum lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT) menunjukkan eksistensi dan pengakuan di publik, membuat umat Islam Indonesia meradang. Di Yogyakarta, sedikitnya 2.000 massa dari berbagai ormas Islam se-Daerah Istimewa Yogyakarta melakukan aksi demonstrasi penolakan terhadap perkembangan LGBT. Aksi ini dilakukan tepat di persimpangan Tugu Jogjakarta, Selasa (23/02) kemarin.
Menurut, Rasyid, salah satu koordinator kelompok massa, semula aksi direncanakan di Titik Nol Kilometer Jogjakarta. Namun, katanya dikutip hidayatullah.com, karena tersiar kabar akan ada aksi tandingan dari kelompok pendukung LGBT, maka aksi massa dialihkan ke perempatan Tugu Jogjakarta.
Menurut informasi yang beredar, aksi tandingan dari pemuja penyimpangan seksual itu mempunyai dua target. Pertama, sebagai aksi perlawanan terhadap aksi penolakan LGBT di Titik Nol Jogjakarta pada waktu yang sama. Kedua, untuk merebut ruang demokrasi dengan menunjukkan “kekuatan rakyat”.
Dua target aksi tersebut disampaikan melalui undangan massal para pendukung LGBT yang tersebar di berbagai media sosial.
Menyikapi hal itu, massa dari ormas-ormas Islam se-DIY segera berkumpul di pelataran Tugu Jogjakarta. Mereka pun berhasil merebut tempat yang semula direncanakan sebagai tempat aksi para pendukung LGBT.
Karena Tugu Jogjakarta telah diambil alih, tutur Rasyid, para pendukung LGBT pun menggelar aksinya di pelataran sebuah gerai makanan cepat saji, sekitar 400 meter dari timur tugu. Massa ini terdiri dari para waria dan LSM.
Sementara itu, ketika sedang berlangsung orasi penolakan LGBT di Tugu Jogjakarta, tersiar kabar bahwa para pendukung LGBT akan melakukan serangan.
“Massa dari ormas Islam pun merapat ke arah timur tugu mendekati para pendukung LGBT. Namun aksi tersebut dihalangi oleh barisan polisi,” tutur Rasyid.
Aksi ormas-ormas Islam tetap dilanjutkan dengan menyampaikan orasi penolakan LGBT di perempatan Tugu Jogja sampai pukul 17.00 WIB. Aksi ditutup dengan doa oleh Ketua Angkatan Muda Forum Umat Islam (AM FUI), Umar Said.

Kemudian dilanjutkan dengan aksi simpatik membersihkan sampah yang berserakan di sekitar Monumen Tugu Jogja oleh para santri Hidayatullah Jogjakarta. Aksi tolak LGBT ini diantaranya diikuti oleh Laskar Mujahidin, Gerakan Pemuda Kabah, Harakah Islamiah, dan Front Jihad Islam. [islamaktual]

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Post a Comment

Visit Us


Top