Berita

KAJIAN

IQTISHOD

ARTIKEL

KHAZANAH

Kesehatan

Muslimah

Iptek

Download


(1) Apabila bumi digoncang dengan goncangan (yang dahsyat), (2) Dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung)nya, (3) Dan manusia bertanya: “Mengapa bumi (menjadi begini)?”, (4) Pada hari itu bumi menceritakan beritanya, (5) Karena sesungguhnya Tuhanmu telah memerintahkan (yang sedemikian itu) kepadanya, (6) Pada hari itu manusia ke luar dari kuburnya dalam keadaan bermacam-macam, supaya diperlihatkan kepada mereka (balasan) pekerjaan mereka, (7) Siapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya, (8) Dan siapa yang mengerjakan kejahatan sebesar biji dzarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.
Pengantar
Menurut Ibn Abbas dan Mardawaih, Surat al-Zalzalah adalah Madaniyah (Tafsir Fathul Qadir). Diturunkan setelah surat an-Nisa’. Dalam mushaf terletak dalam urutan ke 99. Terdiri dari 8 ayat, 35 kata, 100 huruf.
Munasabah atau relevansi dengan surat sebelumnya (Surat al Bayyinah) adalah: Surat al Bayyinah menjelaskan orang-orang yang akan mendapatkan balasan yang baik dan balasan yang buruk, dalam surat al-Zalzalah ini dijelaskan kapan datangnya balasan baik dan buruk tersebut.
Dalam riwayat Ibn Abbas, Rasulullah saw bersabda: “idza zulzilat sama dengan separuh al-Qur’an, Qul Huwallahu Ahad sama dengan sepertiga al-Qur’an, Qul Ya Ayyuhal Kafirun sama dengan seperempat al-Qur’an.” (HR. Tirmidzi).
Tafsir
(1) Apabila bumi digoncangkan dengan goncangan (yang dahsyat)
99_1.png
Surat al-Zalzalah merupakan salah satu surat yang menggambarkan hari kiamat dengan ringkas namun sangat jelas detik-detik terjadinya kiamat yang pasti terjadi. “Apabila bumi digoncangkan dengan goncangan yang dahsyat” (ayat 1). Kegoncangan ini merupakan gempa yang dahsyat tidak hanya menimpa sebahagian lokasi di permukaan bumi sebagaimana sering terjadi, akan tetapi merupakan gempa yang luar biasa dahsyatnya dan emlanda semua permukaan bumi tanpa kecuali. Peristiwa ini terjadi setelah ditiupnya sangkakala yang pertama oleh malaikat Israfil. Dengan adanya tiupan pertama tersebut maka semua makhluk hidup di bumi dan di langit mati bergelimpangan. Tiupan sangkakala pun disusul tiupan kedua, dengan tiupan kedua maka semua yang sudah mati itu dihidupkan kembali untuk proses selanjutnya menghadapi hisab sebagaimana diungkapkan dalam ayat yang lain:
39_68.png
“Dan ditiuplah sangkakala, maka matilah siapa yang di langit dan di bumi kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Kemudian ditiup sangkakala itu sekali lagi maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu (putusannya masing-masing)” (QS. az-Zumar [39]:68).
(2) Dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung)nya
99_2.png
Beban berat yang dimuntahkan bumi setelah tiupan sangkakala pertama bukan hanya keluarnya semua mayat yang telah mati dari kuburan mereka, mulai dari Nabi Adam sampai dengan semua cucu Adam yang mati menjelang tiupan tersebut. Disamping itu bumi juga mengeluarkan semua beban yang terkndung dalam perutnya, mulai dari besi, emas, perak, minyak dan semua barang tambang yang ada dalam perut bumi dan lautan ikut memuntahkan semua air dan kandungan laut lainnya. (lihat QS. al-Infithar [82]:1-4).
(3) Dan manusia bertanya: “Mengapa bumi (menjadi begini)?”
99_3.png
Semua manusia yang telah dihidupkan Allah kembali setelah tiupan sangkakala yang kedua merasa panik, bingung dan ketakutan mengadapi suasana kiamat yang demikian dahsyat itu. Mereka saling bertanya atau bertanya-tanya dalam hati, apa gerangan yang telah terjadi? Kemana kita akan lari, melarikan diri dari suasana yang demikian dahsyat?
(4) Pada hari itu bumi menceritakan beritanya,
99_4.png
Kebingungan manusia itu dijawab sendiri oleh bumi tempat mereka berpijak yang sudah berantakan itu. Maksudnya bahwa keadaan bumi yang sudah hancur dan berantakan itu merupakan jawaban nyata pada mereka bahwa dunia ini sudah kiamat. Ada juga mufassir yang menafsirkan bahwa bumi waktu itu memberikan kesaksian tentang apa yang sudah diperbuat manusia selama mereka berada di atas permukaan bumi, karena itulah maka ada anjuran pada mereka yang selesai melaksanakan shalat, untuk melakukan shalat berikutnya sebaiknya pindah sedikit dari tempat shalat pertama untuk menambah kesaksian kelak di hari akhirat. Mufassir lainnya menjelaskan pula bahwa cerita atau kesaksian bumi itu adalah sebagaimana diungkapkan ayat berikutnya (ayat 5).
(5) Karena sesungguhnya Tuhanmu telah memerintahkan (yang sedemikian itu) kepadanya.
99_5.png
Maksudnya bahwa terjadinya kiamat itu adalah karena taqdir dari Allah, karena ketetapan yang sudah ditetapkan Allah bahwa dunia ini tidaklah bersifat baqa atau kekal, tetapi bersifat fana, tidak kekal. Pada waktu ajalnya yang ditentukan Allah dunia ini pasti akan kiamat.
(6) Pada hari itu manusia keluar dari kuburnya dalam keadaan bermacam-macam, supaya diperlihatkan kepada mereka (balasan) pekerjaan mereka.
99_6.png
Manusia yang telah dibangkitkan dari kuburnya setelah tiupan sangkakala kedua keluar dari kuburnya dalam keadaan yang bermacam-macam dan berkelompok-kelompok. Ada kelompok orang-orang beriman, mereka dapat perlakuan istimewa, dikawal oleh Malaikat Rahmat, mereka diberikan Allah naungan khusus sehingga mereka tidak kepanasan. Ada pula kelompok orang kafir atau musyrik, mereka dihalau oleh Malaikat Azab, mereka merasakan panas yang luar biasa seakan-akan matahari hanya satu jengkal dari kepala.
‘(7) Siapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.
99_7.png
Setelah manusia merasakan suasana kebangkitan, mereka dihidupkan lagi, kemudian mereka pun merasakan suasana di padang mahsyar tempat manusia berkumpul semua menghadapi hisab, pengadilan Allah Yang Maha Adil. AKhirnya mereka yang beriman dan beramal shaleh selama di dunia, maka mereka akan melihat dan memetik hasilnya, betapapun kecilnya amal shaleh yang mereka lakukan di dunia akan mereka dapatkan balasannya berlipat ganda di akhirat dengan syarat semua amal shaleh itu mereka kerjakan dengan penuh keikhlasan. Puncak dari pembalasan Allah itu adalah akhirnya akan dimasukkan ke dalam surga yang penuh dengan nikmat yang abadi.
(8) Dan siapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.
99_8.png
Demikian pula sebaliknya, mereka yang melakukan kejahatan selama di dunia, melakukan perbuatan dosa dan maksiat, betapapun kecilnya semua akan mendapatkan balasan atau siksaan dari Allah sesuai dengan kadar dosa yang mereka lakukan, kecuali kalau mereka sudah taubat kepada Allah dan taubatnya pun diterima Allah SwT.
Semoga semua amal saleh kita diterima dan diridhoi Allah SwT, dan semua dosa kita diampuni Allah SwT. Amin.
Penutup
Kiamat merupakan peristiwa yang sangat dahsyat dan menakutkan. Kiamat diawali dengan tiupan sangkakala pertama maka semua makhluk di langit dan bumi akan mati. Setelah tiupan sangkakala kedua semua manusia akan bangkit dari kuburnya untuk menghadapi hisab, pengadilan Allah Yang Maha Adil.
Semua amal shaleh yang dilakukan manusia betapapun kecilnya akan mendapatkan balasan yang berlipat ganda dari Allah Yang Maha Rahman. Semua kejahatan manusia betapapun kecilnya akn mendapatkan sanksi hukum dari Allah SwT yang Maha Adil.

Pergunakan nikmat yang diberikan Allah pada kita selama di dunia untuk memperbanyak amal shaleh sebagai bekal untuk hidup abadi yang bahagia di akhirat kelak. Jauhkan diri dari segenap maksiat dan dosa betapapun kecilnya agar kita selamat di akhirat kelak dari azab Allah Yang Maha Kuasa. Segera taubat kepada Allah jika terlanjur melakukan dosa betapapun kecilnya, perbanyak istighfar agar kita bersih dari dosa. [islamaktual/tabligh/suhairyilyas]

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Post a Comment

Visit Us


Top