Berita

KAJIAN

IQTISHOD

ARTIKEL

KHAZANAH

Kesehatan

Muslimah

Iptek

Download


Ketika Allah memberikan pelajaran kepada umat manusia seringkali dengan mengajak manusia untuk berpikir. Perintah disajikan dengan pertanyaan, larangan pun disajikan dengan pertanyaan, yang membuat manusia berpikir. Artinya Allah memang benar-benar memberikan penghargaan kepada manusia agar benar-benar dapat menempatkan dirinya sebagai makhluk terbaik, makhluk termulia dan sebagai khalifah fil ardh.
Salah satu bentuk larangan yang disajikan dalam bentuk pertanyaan itu adalah sabda Allah SwT dalam surat ash-Shaff [61]:2-3 yang terjemahannya: “Wahai orang-orang yang beriman, mengapa kalian mengatakan sesuatu yang kalian tidak kerjakan? Sungguh amat besar murka Allah kalau kalian selalu mengatakan suatu yang kalian sendiri tidak kerjakan”.
Pertanyaan yang ada pada ayat 2 di atas, kalau dicermati tentu pertanyaan yang tidak perlu dicari jawabannya. Tetapi yang dicari adalah pelajaran yang ada di dalamnya. Orang-orang beriman tidak boleh mengatakan atau memerintahkan suatu perbuatan baik tetapi ia sendiri tidak melakukannya. Ia hanya pandai bercerita, hanya pandai mengajak dan menyuruh orang berbuat baik, tetapi ia sendiri tidak mau melaksanakannya. Larangan ini merupakan larangan keras, karena diperkuat pada ayat berikutnya (ayat 3), yang menyatakan: “Sungguh amat besar murka Allah kalau kalian selalu mengatakan suatu yang kalian sendiri tidak kerjakan”.
Larangan bagi orang beriman untuk hanya mengatakan suatu kebaikan tetapi ia tidak melakukannya ini diperkuat dengan sabda Allah SwT yang lainnya, yang juga dalam bentuk pertanyaan: “Apakah kalian menyuruh orang untuk berbuat baik, sedangkan kalian melupakan diri kalian, padahal kalian telah membaca Kitab Allah, apakah kalian tidak berpikir?” (QS. al-Baqarah [2]:44). Khitab dalam ayat ini memang kepada Bani Israil, tetapi terdapat ibrah dan mauizhah bagi semua manusia termasuk kaum mukminin-muslimin.
Larangan di atas kalau ditarik mafhum mukhalafah (pemahaman terbaik)nya, dapat dipahami sebagai perintah untuk melakukan sinkronisasi antara perkataan perbuatan, sinkronisasi antara kata dan laku.
Ternyata pelajaran yang terkandung dalam larangan tersebut sangat besar, terutama dalam dunia dakwah dan perjuangan umat Islam. Ini juga memerlukan daya analisis untuk memahami pelajaran yang ada di dalamnya. Terutama, kalau dikaitkan dengan ayat ke-4 surat ash-Shaff, yang menegaskan bahwa Allah mencintai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dengan shaf yang rapat dan rapi yang menyerupai sebuah bangunan yang kokoh.
Artinya sinkronisasi antara kata dan laku, merupakan prasyarat untuk dapat membangun sebuah organisasi yang rapi, dan tertib, baik secara kepemimpinan, manajemen, administrasi dan seluruh sistem yang ada di dalamnya, sehingga dapat mewujudkan visi, misi, dan tujuan perjuangannya.
Sinkronisasi kata dan laku juga menjadi prasyarat untuk menjadi hamba-hamba yang dicintai Allah, yang selanjutnya akan selalu mendapat bimbingan dari Allah satu sama lainnya, sehingga dapat mewujudkan suatu sistem gerak perjuangan dan dakwah Islam kuat, dan kokoh. Hal itu terwujud karena mereka dapat mewujudkan ukhuwwah dan ta’awun, bahkan takaful antara individu yang ada dalam jama’ah tersebut, karena semua sudah saling mempercayai, saling menjaga amanah, yang tentu ditopang dengan wawasan, kreativitas dan komitmen dalam mewujudkan cita-cita perjuangan bersama.
Dalam perspektif dakwah, sinkronisasi kata dan laku akan mampu mengoptimalkan program dakwah, karena setiap da’i dan muballigh selalu menjadi teladan dalam mengamalkan ajaran Islam, sehingga umat Islam dan umat manusia pada umumnya lebih memudahkan memahami ajaran Islam karena langsung mendapatkan contoh pelaksanaannya dari para muballigh dan da’i-nya, tidak sekadar kata-kata verbalistik dan teoritik.

Semoga para mujahid dakwah dapat mewujudkannya dimulai dari diri sendiri, yang kemudian mengajak dan menggerakkan orang untuk mewujudkannya bersama, dengan senantiasa mengharap taufiq, hidayah dan ridha Allah Ta’ala. Nasrun Minallah. [islamaktual/tabligh/sy.h]

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Post a Comment

Visit Us


Top