Berita

KAJIAN

IQTISHOD

ARTIKEL

KHAZANAH

Kesehatan

Muslimah

Iptek

Download


Ada pemandangan yang ‘baru’ terjadi di depan halaman Mapolrestabes Surabaya, Jawa Timur. Di ahalaman tersebut tampak puluhan polisi yang dijemur di tengah terik matahari. Mereka dijemur karena malas melakukan salat berjamaah.
Tak hanya mendapat hukuman dijemur, mereka juga melakukan berbagai hukuman lainnya. Di antaranya push up, rolling, hingga merayap. Akibat hukuman itu, tidak sedikit anggota yang terlihat kecapekan dan berkeringat.
Awalnya, para polisi yang sedang berada di barak itu tidak mengetahui maksud dari perintah dikumpulkannya mereka di halaman tersebut. Meski demikian, mereka hanya bisa mengatakan “siap”, saat ada perintah selanjutnya, untuk melakukan push up, rolling, maupun merayap.
Ajun Komisaris Besar Toni S, Kasat Sabhara Polrestabes Surabaya mengatakan, hukuman itu diberikan untuk meningkatkan sikap kedisiplinan pada seluruh anggotanya. Sebab, saat itu menunjukkan pukul 12.00 siang, sudah terdengar panggilan adzan salat Dzuhur. Akan tetapi, para polisi itu justru tidak segera berangkat ke masjid.
“Anggota Dalmas ini malah lebih memilih berada di barak, makanya saya hukum biar mereka jera,” jelas Toni.
Menurutnya, panggilan adzan sebenarnya merupakan salah satu metode dari agama Islam untuk meningkatkan kedisiplinan. Sehingga, bila sedang tidak menjalankan tugas namun terdapat polisi yang tidak menjalankan salat berjamaah saat terdengar adzan, maka menurut Toni anggotanya itu sudah mulai mengendur tingkat kedisiplinannya.

“Tidak hanya itu, peraturan ini juga merupakan kebijakan dari Pak Kapolrestabes, Komisaris Besar Iman Sumantri, agar anggota bisa menjaga mental dan rohaninya, serta bisa menjadi contoh bagi masyarakat,” ujar Toni. [islamaktual/sp]

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Post a Comment

Visit Us


Top