Berita

KAJIAN

IQTISHOD

ARTIKEL

KHAZANAH

Kesehatan

Muslimah

Iptek

Download


Sempat menjadi sasaran tuduhan ‘radikalisasi’, Masjid Al-Manaar di London Barat Inggris mulai melakukan bantahan dengan melakukan beberapa program. Saat ini Masjid Al-Manaar bekerja sama dengan dewan lokal serta kepolisian setempat untuk mengampanyekan gerakan anti-ekstremisme.
“Anggapan masjid telah menyebarkan paham radikal pada anak-anak muda memperlihatkan betapa orang-orang abai akan Islam dan bagaimana masjid beroperasi,” tegas Direktur Al-Manaar, Saleha Islam seperti dikutip republika.co.id pada Kamis (11/2) kemarin.
Direktur masjid London Barat yang juga menjadi pusat kegiatan Islam itu juga dengan tegas menyatakan masjid tidak seperti gereja yang hanya melayani jamaah mereka saja. Apa yang dipikirkan jamaah saat menghadiri masjid bukan di dalam pengawasan komite masjid.
Masjid adalah tempat beribadah di mana orang-orang datang beribadah. Al-Manaar sendiri adalah pusat ibadah, di mana lebih dari tiga ribu orang beribadah di sana, tanpa ikatan keanggotaan.
Menurut Islam, masjid tidak tergantung pada jumlah keanggotaan dan semua orang dapat datang untuk beribadah, lanjutnya menegaskan.
“Secara teratur kami mengadakan workshop dan konferensi untuk membimbing anak-anak muda dan komunitas, kami berkomitmen untuk memastikan mereka mendapatkan akses pembelajaran Islam yang sesungguhnya,” ujarnya. Islam juga menambahkan ia berkomitmen memastikan anak-anak mereka tidak dibesarkan menjadi seorang radikal.
Tahun lalu, pemimpin Al-Manaar sebelumnya, Dr. Abdulkarim Khalil menyatakan dalam sebuah wawancara bahwa sangat sulit mengetahui dengan pasti apa yang terjadi di dalam maupun di luar masjid setiap waktu. Terutama di hari Jumat, ketika sekitar dua ribu jamaah datang beribadah.
Seperti diketahui, Masjid Al-Manaar menjadi sasaran tuduhan ‘radikalisasi’ setelah dua anggota ISIS Mohammed Emwazi—dikenal dengan ‘Jihadi John’—dan anggota militan yang baru teridentifikasi, Alexanda Kotey diketahui rutin beribadah di masjid tersebut.

Investigator dilaporkan yakin dua orang itu teradikalisasi karena mereka rutin hadir di Al-Manaar. Namun, tuduhan tersebut dengan tegas dibantah oleh pihak Masjid Al-Manaar. [islamaktual]

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Post a Comment

Visit Us


Top