Berita

KAJIAN

IQTISHOD

ARTIKEL

KHAZANAH

Kesehatan

Muslimah

Iptek

Download


Setiap kalender pasti memiliki 3 unit ini di dalamnya, yaitu unit hari, bulan, dan tahun.
Kalender Masehi (Gregorian) terdiri dari:
- unit hari : satu hari satu malam berdurasi 24 jam berdasarkan rata-rata sehari matahari.
- unit bulan : terdiri dari 12 bulan dengan jumlah hari sebulan 28,29,30, dan 31 hari. Dengan nama bulan januari-juni berasal dari nama dewa bangsa Romawi, Juli dan Agustus adalah nama kaisar romawi, september-desember adalah urutan angka (7, 8, 9, 10).
- unit tahun: disesuaikan dengan satu tahun matahari atau musim.
Artinya, struktur kalender masehi ini pada unit hari dan tahun berdasarkan pada siklus matahari (harian dan tahunan). Inilah sebabnya disebut kalender solar.
sedangkan, unit bulannya dapat diperhatikan terdapat unsur keyakinan/legenda, politik, dan bilangan yg bersifat general sebagai penanda waktu, walau pada saat ini ada ketidaktepatan peletakan nama bulan september-desember. Desember yg berarti 10, tetapi menjadi bulan ke-12.
Kalender Hijriah terdiri dari:
- unit hari : satu hari satu malam berdurasi 24 jam bds rata-rata sehari matahari.
- unit bulan : 29 atau 30 hari disesuaikan dengan durasi siklus sinodik bulan, dengan nama bulan diambil dari budaya bangsa Arab saat itu, juga terkait dengan musim, yang waktu itu masih menggunakan sistem interkalasi agar sesuai musim. Ketika interkalasi dilarang, nama Ramadhan, yg berarti panas, akan bergeser sehingga tidak lagi selalu terjadi pada musim panas.
- unit tahun: 12 siklus bulan.
Artinya, unit hari dan bulan pada kalender hijriah berdasar pada siklus matahari dan bulan, dengan nama-nama bulan terkait dengan budaya.
Sedangkan, unit tahun berdasarkan keyakinan (ditetapkan Allah dalam QS at-Taubah [9]:36). Secara keseluruhan dapat dikatakan sistem kalender hijriah berdasar pada keyakinan agama, di mana ukuran-ukuran kuantitatif berupa durasi sehari dan sebulan belum ditentukan oleh umat Islam dalam perspektif global.
Kedua sistem kalender merupakan konsekuensi logis dari penyederhanaan sistem interkalasi pada kalender yang melibatkan 3 siklus sekaligus, yaitu siklus harian matahari, siklus sinodik bulan, dan siklus tahunan matahari. Durasi setahun solar tidak dapat dibagi secara bulat oleh durasi siklus sinodik bulan, sehingga pasti memunculkan interkalasi agar kalender sinkron dengan ketiga siklus tsb.
Sistem Julian/Gregorian/Masehi meninggalkan siklus bulan, sedangkan Sistem Hijriah meninggalkan siklus tahunan matahari. Dengan begitu kedua sistem kalender menjadi sederhana.
Kelebihan sistem Gregorian adalah sinkron dengan musim. Sedangkan, kelebihan sistem Hijriah adalah sinkron dengan siklus bulan.
Artinya, kedua sistem kalender memiliki tanda di langit berupa posisi harian matahari untuk unit harinya.
Kalender Gregorian tidak memiliki tanda alam pada unit bulannya, sedangkan kalender Hijirah memiliki tanda-tanda penanggalan dari wajah-wajah bulan.
Kalender Gregorian memiliki tanda alam berupa posisi matahari tahunan (walau tidak mudah dilihat semua orang). Sedangkan, kalender hijriah tidak memiliki tanda alam pada unit tahunnya.
Inilah salah satu pekerjaan rumit umat Islam. Boleh saja bangunan sebuah sistem kalender dimulai dari keyakinan agama. Tetapi, hasilnya harus dijamin sesuai kebutuhan seluruh manusia, karena petunjuk sistem waktu yang diungkap Al Quran bukan hanya diperuntukkan bagi umat Islam, melainkan untuk seluruh manusia.
Katakanlah, ia (wajah-wajah bulan itu) adalah tanda-tanda penanggalan bagi seluruh manusia (QS. al-Baqarah [2]:189).

Selamat Tahun Baru 2016. [islamaktual/fb/pranotohidayarusmin]

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Post a Comment

Visit Us


Top