Berita

KAJIAN

IQTISHOD

ARTIKEL

KHAZANAH

Kesehatan

Muslimah

Iptek

Download


Menurut Sarlito Sarwono, kepemimpinan adalah suatu proses, perilaku, atau hubungan yang menyebabkan suatu kelompok dapat bertindak secara bersama-sama atau bekerjasama atau sesuai dengan tujuan bersama. Berkaitan dengan definisi itu, yang dinamakan pemimpin adalah seorang yang melaksanakan proses, perilaku, atau hubungan dalam kelompok tersebut.
Ada tiga teori mengenai asal-usul kepemimpinan dan pemimpin. Yang pertama, ‘teori genetis’. Teori genetis mengatakan bahwa pemimpin itu dilahirkan. Kepemimpinan mengikuti garis keturunan. Kepemimpinan adalah bakat yang telah ada sejak seseorang dilahirkan. Teori kedua adalah ‘teori sosial’. Teori ini mengatakan bahwa pemimpin lebih merupakan bentukan sosial. Pemimpin datang dari lingkungan sosial yang membentuknya. Intinya, menurut teori sosial, pemimpin bukan bakat, melainkan suatu proses penciptaan oleh lingkungan sosialnya.
Kedua teori tadi sangat bersifat deterministik: pemimpin semata-mata hanya ditentukan oleh garis keturunan atau oleh lingkungan sosial. Seharusnya pemimpin itu dilahirkan dan juga telah dipupuk oleh lingkungannya. Pemimpin bukan hanya bakat, tetapi juga harus memperoleh dukungan dari kelompok sosialnya, agar bakat itu bisa tumbuh berkembang. Muncullah teori ketiga yang menggabungkan teori genetis dan teori sosial. Teori ini dikenal dengan sebutan ‘teori sintesis’.
Jadi, pemimpin itu bisa dilahirkan (given) tapi juga bisa dikondisikan (by design). Akan tetapi, yang lebih penting dari itu semua adalah bagaimana sosok pemimpin yang akan hadir dan dibutuhkan saat ini. Saat ini, kita membutuhkan tidak hanya seorang pemimpin saja. Kita membutuhkan banyak pemimpin, baik itu secara jumlah, maupun secara kesinambungan. Maksudnya, pemimpin perlu hadir dalam berbagai aspek kehidupan saat ini. Selain itu, kepemimpinan juga harus terwariskan dalam arti memiliki pelanjut peran dan fungsinya. Sebab tanpa kedua hal tersebut, sosok pemimpin yang hadir tentu saja hanya sekedar tokoh superhero atau pemeran protagonist yang bisa memenangkan pertarungan/persaingan tetapi tidak mampu memperbaiki keadaan.
Saat ini kita membutuhkan pemimpin yang tidak sekedar dilahirkan tetapi juga mampu melahirkan. Kata Tom Peters, “Pemimpin tidak sekedar menciptakan pengikut. Pemimpin lebih banyak menciptakan pemimpin”. Ya, pemimpin yang hebat itu adalah pemimpin yang melahirkan pengikut yang siap menjadi pemimpin berikutnya.

Akhirnya, ingatlah amanah yang ada pada masing-masing kita. Setiap kita adalah pemimpin. Kasta kepemimpinan yang paling rendah adalah mampu memimpin dirinya sendiri. Kepemimpinan kita, entah itu dilahirkan ataupun diciptakan, haruslah mampu melahirkan calon-calon pemimpin berikutnya. Karena setiap kita adalah pemimpin yang akan dimintai pertanggungjawaban. Bukan hanya atas apa yang dipimpin, namun tentang generasi yang akan ditinggalkan. “Dan hendaklah orang-orang takut kepada Allah, bila seandainya mereka meninggalkan anak-anaknya, yang dalam keadaan lemah, yang mereka khawatirkan terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan mengucapkan perkataan yang benar.” ( QS. an-Nisa’ [4]:9). [islamaktual/tabligh/red]

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Post a Comment

Visit Us


Top