Berita

KAJIAN

IQTISHOD

ARTIKEL

KHAZANAH

Kesehatan

Muslimah

Iptek

Download


Sejarah Natal
Hari Natal diyakini sebagai peristiwa kelahiran Yesus Kristus ke dunia (Dies Natalis of Jesus Christ). Peringatan ini menjadi penting, karena mereka meyakini Yesus sebagai Tuhan dan juru selamat. Dengan kata lain, perayaan Natal bagi umat Kristiani adalah memperingati hari ulang tahun kelahiran Tuhan.
Mengapa mereka merayakan hari ulang tahun kelahiran Yesus tanggal 25 Desember? Apakah Yesus benar-benar lahir tanggal 25 Desember?
Untuk menjawab pertanyaan di atas, Alkitab pun saling berbeda tentang kelahiran Yesus. Menurut Injil Lukas, Yesus lahir di zaman Raja Agustus melakukan cacah penduduk, itu terjadi tahun 7 Masehi.
2:1 Pada waktu itu Kaisar Agustus mengeluarkan suatu perintah, menyuruh mendaftarkan semua orang di seluruh dunia;
2:2 Inilah pendaftaran yang pertama kali diadakan sewaktu Kirenius menjadi wali negeri di Siria;
2:3 Maka pergilah semua orang mendaftarkan diri, masing-masing di kotanya sendiri;
2:4 Demikian juga Yusuf pergi dari kota Nazaret di Galilea ke Yudea, ke kota Daud yang bernama Betlehem, -karena ia berasal dari keluarga dan keturunan Daud-;
2:5 supaya didaftarkan bersama-sama dengan Maria, tunangannya, yang sedang mengandung.
2:6 Ketika mereka di situ, tibalah waktunya bagi Maria untuk bersalin;
2:7 dan ia melahirkan seorang anak laki-laki, anaknya yang sulung, lalu dibungkusnya dengan lampin dan dibaringkannya di dalam palungan, karena tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan;
2:11 Hari ini telah lahir bagimu juru selamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud;
2:12 Dan inilah tandanya bagimu: Kamu akan menjumpai seorang bayi dibungkus dengan lampin dan terbaring di dalam palungan. (LUKAS 2: 1-12)
Sedangkan menurut Injil Matius 2:1, Yesus lahir di zaman Raja Herodes berkuasa, dan Raja Herodes telah meninggal pada tahun 4 sebelum Masehi.
Sesudah Yesus dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea pada zaman raja Herodes, datanglah orang-orang majus dari Timur ke Yerusalem. (MATIUS 2:1)
Jadi, berdasarkan kedua Injil tersebut di atas, jelas kelahiran Yesus tidak ada kecocokan alias saling kontradiktif.
Semua teolog Kristen sepakat bahwa Yesus tidak lahir pada tanggal 25 Desember. Meski demikian, para teolog berselisih pendapat mengenai tanggal lahir Yesus.
  1. Sekte Kristen Saksi Yahuwa dalam buku “Apa yang Allah Tuntut dari Kita? Natal dan Paskah”, menyebutkan bahwa Yesus tidak lahir pada tanggal 25 Desember, Ia lahir kira-kira tanggal 1 Oktober… Yesus tidak pernah memerintahkan orang Kristen untuk merayakan hari kelahirannya (Natal). Natal dan kebiasaan-kebiasaannya dari agama-agama palsu zaman purba. (hal 22)
  2. Yesus lahir tanggal 14 Maret SM?
Ralph O. Muncaster, pendeta gereja Saddleback dalam bukunya “What Really Happened Christmas Morning? (Examine the Evidence)” menolak pendapat bahwa Yesus lahir pada tahun 1 Masehi dengan merujuk kepada pendapat para ahli lainnya. Menurut Josephus (sejarawan Yahudi), yesus lahir pada tanggal 14 Maret tahun 4 Sebelum Masehi. Berdasarkan observasi astronomis Johannes Kepler, yesus lahir tahun 7 Sebelum Masehi. Sedangkan Tertulian, Irenaeus, Eusebius (bapak gereja) berpendapat bahwa Yesus lahir pada tahun 2 Sebelum Masehi.
  1. Yesus lahir Bulan April atau November?
Dr. J.L. Ch. Abineno menjelaskan bahwa Yesus mustahil lahir 25 Desember. menurutnya, Yesus lahir pada bulan Maret, April, atau November. “Gereja-gereja merayakan Natal pada tanggal 25 Desember. Kebiasaan ini baru dimulai dalam abad ke-4. Sebelum itu Gereja tidak mengenal perayaan Natal. Terutama karena gereja tidak tahu dengan pasti kapan -pada hari dan tahun keberapa- Yesus dilahirkan. Kitab-kitab Injil tidak memuat data-data tentang hal itu. Dalam Lukas pasal 2 dikatakan bahwa pada waktu yesus dilahirkan, gembala-gembala sedang berada di padang menjaga kawanan ternak mereka pada waku malam (ayat 8). Itu berarti, bahwa Yesus dilahirkan antara bulan Maret atau April dan bulan November.” (Katekisasi Perjanjian Baru, hal 14).
  1. Yesus lahir bulan September
Pendeta Benyamin Obadyah, alumnus Jerusalem Centre, Yerusalem, mengutip pendapat R.A. Honorof dalam bukunya The Return of the Messiah (1997), menyatakan bahwa Yesus lahir pada bulan September. Benyamin menulis: “Meskipun menurut Alkitab Yesus dikandung Maria dari karunia Allah (Lukas 1:35), tapi ia dikandung secara normal selama 40 minggu atau 9,5 bulan. Ini berarti, Yesus dilahirkan pada akhir bulan September atau awal Oktober dan saat itulah orang Yahudi merayakan Hari Raya Tabernakel… Hari raya ini jatuh setiap tanggal 15 bulan Tishri menurut kalender Yahudi. Menurut kalender internasional (Gregorian), tahun 1999 tanggal 15 Tishri bertepatan dengan tanggal 25 September. Jadi, umat Kristen yang memperingati Natal 25 Desember terlambat selama tiga bulan.”
  1. Yesus lahir bulan Januari?
Ephiphanius dan Gereja Orthodox Timur memperingati Natal tanggal 6 Januari, lalu Gereja Katholik Ortodoks memperingati Natal tanggal 7 Januari, sedangkan Gereja Armenian memperingati Natal tanggal 19 Januari.
Dari berbagai versi tanggal Natalan tersebut, tak satupun yang bisa dipercaya. Tabloid Victorius edisi Natal pernah mengungkapkan keheranannya tentang Natal yang misterius: “entah kapan dan siapa tokoh pencetus hari Natal, hingga sekarang masih dicermati. Dan apa benar tanggal 25 Desember itu adalah hari kelahiran yesus kristus? Hal ini masih misterius.
Mengapa Natalan tanggal 25 Desember?
Gereja-gereja Barat merayakan Natal setiap tanggal 25 Desember karena mendapat pengaruh dari Roma. Setelah melalui perjalanan yang panjang, akhirnya sebagian besar gereja di dunia mengikuti tradisi Roma.
Mengapa 25 Desember? Latar belakang perayaan Natal berasal dari kebudayaan bangsa Romawi. Tanggal 25 Desember dipilih sebagai hari Natal Yesus semata-mata mengadopsi tradisi pagan, untuk menyesuaikan dengan hari perayaan penyembahan berhala yang populer pada saat itu.
Sebab 25 Desember adalah Natal dua dewa terkemuka pada masa purba, yaitu perayaan kelahiran Dewa Matahari bangsa Romawi yang dikenal dengan perayaan Solis Invictus (matahari yang tak terkalahkan) dan Dewa Mithras (dewa matahari kebenaran dan kebijakan). Perayaan ini sangat berpengaruh dalam kebudayaan dan keagamaan di kekaisaran Romawi, sejak abad ke-10 hingga 7 sebelum Yesus lahir (Sebelum Masehi). Perayaan Roman Saturnalia, suatu perayaan untuk menghormati Saturnus, Dewa Pertanian dan Pembaruan Kuasa Matahari, juga berlangsung pada tanggal 25 Desember.
Sejak abad ke-4 masehi, gereja Katholik mencaplok 25 Desember sebagai Natal Yesus Kristus untuk menggeser pesta kafir tentang perayaan kelahiran dewa, diganti sebagai Natal Yesus sang pembawa terang. Dengan  inkulturasi seperti ini, mereka berharap agar agar para paganis dengan mudah beralih menjadi penganut Kristen. Makanya, beberapa kebiasaan yang terdapat pada perayaan Natal, diperkirakan berakar dari perayaan penyembahan berhala-berhala ini.
Kaisar Constantin Agung berusaha mempersatukan berbagai golongan dan agama guna keseimbangan politis dan agamawi di kekaisarannya. Maka diperkenalkanlah tradisi Natal pertama kali di Roma tanggal 25 Desember 336 yang menggabungkan tradisi penyembahan matahari dalam Mithraisme dengan tradisi perayaan kelahiran Yesus dalam Kristen. Sejak saat itulah 25 Desember diadopsi menjadi hari Natal (kelahiran Yesus).
Kesimpulan
  • Natal mengadopsi dari tradisi/budaya kafir purba;
  • Yesus tidak pernah lahir tanggal 25 Desember;
  • Para teolog sendiri mengakui tidak ada kepastian tentang kelahiran Yesus;
  • Dari 4 (empat) Injil yang diakui Gereja, hanya 2 (dua) Injil yang memberitakan kelahiran Yesus; yaitu Injil Matius dan Lukas, itupun saling berbeda;
  • Sekte kristen Saksi Yahuwa menolak merayakan Natal tanggal 25 Desember karena itu tradisi agama-agama palsu zaman Purba.

[islamaktual/tabligh/abudeedat]

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Post a Comment

Visit Us


Top