Berita

KAJIAN

IQTISHOD

ARTIKEL

KHAZANAH

Kesehatan

Muslimah

Iptek

Download


Umat Islam di Indonesia kembali dibuat gerah. Setelah sebelumnya sandal berlafadz Allah, penggunaan sampul al-Qur’an untuk terompet dan juga tulisan ayat Qur’an di celana, kali ini ditemukan sepatu berlafadz ayat Qur’an di daerah Bojonegoro, Jawa Timur.
Kejadian ini diunggah oleh Najih Ibn Abdil Hameed di akun facebooknya. Sepatu bermerek La Koka berwarna hitam itu menurut Najih merupakan milik seorang murid SMP yang kemudian dipergoki oleh gurunya.
“Sepatu ini milik anak murid saya. Setelah dipakai satu bulan baru sadar, (di situ) ada ayat al-Qur’an, فالله خير حافظا,” tulis Najih di akunnya pada Kamis, (08/01) lalu.
Belum diketahui pasti dimana lokasi ditemukannya sepatu itu. Tapi, berdasarkan keterangan akun FB-nya, Najih bekerja di Pondok Pesantren Darul Istiqomah, Desa Woro, Kecamatan Kepohbaru, Kabupaten, Bojonegoro, Jawa Timur.
Dalam gambar itu, tampak jelas pada bagian tengah kiri luar sepatu itu terdapat sebuah kaligrafi Arab yang dicetak berwarna abu-abu. Ini sewarna dengan tulisan Freestyle dan La Koka (tampak lebih kecil dekat tali sepatu) di sampingnya.
Dikutip dari hidayatullah.com, tulisan Arab itu mirip penggalan ayat ke-64 dalam al-Qur’an Surat Yusuf, yang jika dilatinkan berbunyi “Fallahu Khairun haafizhoon”.
Foto unggahan Najih tersebut langsung mendapat berbagai reaksi. Ada yang menilai pemasangan lafadz itu merupakan bagian dari rentetan kasus penistaan simbol Islam belakangan ini. Beberapa waktu lalu, di Jawa Timur terjadi kasus “sandal berlafadz Allah”.
Udah terencana matang dari beberapa kejadian, (untuk) test reaksi muslim Indonesia bagaimana,” tulis akun bernama Ubaidillah Hasan dalam kolom komentar.
“Pingin bikin kisruh,” timpal Najih. “Motifnya pelecehan,” tambah Muhammad Hiez Qiel.
Akun M Faiz I’zazaddin menanyakan, apakah penempatan lafadz itu ada unsur kesengajaan atau tidak. “Astaghfirullah, jelas sengaja itu pembuatnya,” Brilly Elrasheed seakan menjawab.
Netizen lainnya mendesak agar temuan ini segera diusut pihak terkait, baik kepolisian maupun Majelis Ulama Indonesia. Mereka menilai penempatan lafadz itu sebagai bentuk provokator terhadap umat Islam.
Menurut akun Nurdin Yusuf, merek itu diduga berasal dari China, yang, kata Najih, belum pernah ia kenal sebelumnya.
“Segera laporkan ke MUI setempat,” tulis Yaqub Al Ahbab.

Sementara Najih berharap agar temuannya itu disebarkan ke berbagai pihak agar ditindaklanjuti pihak berwajib. Namun sayangnya, ia mengatakan, “Barang bukti (sepatu itu) sudah dibakar sama anak-anak.” [islamaktual]

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Post a Comment

Visit Us


Top