Berita

KAJIAN

IQTISHOD

ARTIKEL

KHAZANAH

Kesehatan

Muslimah

Iptek

Download


Keputusan besar diambil Kerajaan Arab Saudi dengan memutuskan hubungan diplomatik dengan Iran, pada Ahad (3/1) lalu. Langkah ini diambil menyusul memanasnya hubungan kedua negara setelah tokoh Syiah Nimr al Nimr dihukum mati.
Menteri Luar Negeri Saudi Adel al-Jubeir seperti dilansir Al Jazeera, menyampaikan keputusan tersebut setelah kedutaan Saudi di Teheran diserbu dan dibakar demonstran yang memprotes eksekusi Nimr al-Nimr.
“Iran telah membagikan senjata dan menanam sel-sel teroris di kawasan, termasuk di Saudi,” ujarnya.
Jubeir menjelaskan, sebenarnya pemerintah Saudi sudah meminta Kementerian Luar Negeri Iran terkait keamanan di Kedubes Arab Saudi. Namun permintaan itu diabaikan.
“Kami meminta bantuan sebanyak tiga kali, namun diabaikan,” jelasnya dikutip islampos.com.
Selain membekukan hubungan diplomatik dengan Teheran, Menlu Adel al-Jubeir juga memerintahkan semua diplomat Iran untuk meninggalkan Arab Saudi dalam 48 jam.
Tak lama berselang, Bahrain menyusul langkah yang dilakukan oleh Arab Saudi untuk memutuskan hubungan diplomatik dengan Iran.
Yang menarik, Bahrain diperintah oleh seorang raja Muslim Sunni tetapi penduduknya mayoritas Syiah. Namun, pihak kerajaan mengumumkan pada hari Senin (4/1), memberikan waktu selama 48 jam terhadap diplomat Iran untuk meninggalkan negara Bahrain.

Bahrain menuduh Iran terlalu campur tangan dan mencolok dalam urusan internal negara-negara Arab Teluk. Terlebih setelah aksi penyerangan mereka terhadap kedutaan Saudi yang berada di Teheran. [islamaktual]

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Post a Comment

Visit Us


Top