Berita

KAJIAN

IQTISHOD

ARTIKEL

KHAZANAH

Kesehatan

Muslimah

Iptek

Download


Aku adalah seorang suami dan ayah dari seorang putri. Profesiku gitaris dari sebuah band akustik, yang biasa mengisi kafe-kafe di Surabaya. Ihwal perpindahanku memeluk agama Islam, bermula dari pernikahanku yang berlangsung 2013 lalu dengan seorang muslimah bernama Nur Dianah.
Setelah menikah, barulah aku menyadari jika aku seorang imam dalam keluarga, yang sudah semestinya mengajari istri dan anakku. Aku adalah nahkoda di kapalku. Maka dari itu aku memahami, bahwa aku harus memperdalam pengetahuan mengenai agamaku. Sebagai petunjukku dalam mengarungi samudera kehidupan bersama keluarga kecilku.
Aku berasal dari keluarga yang kesemuanya non-muslim. Tentu saja keluargaku menentang perpindahanku ke agama lain. Orang tuaku pernah berpesan padaku bahwa aku sudah dibaptis dari kecil, dan agar jangan meninggalkan apa yang sudah dibaptis. Aku menganggap itu sebuah kewajaran, jika di keluarga ada salah satu anggotanya memilih jalan berbeda.
Memang aku dilahirkan di lingkungan non-muslim, dan agamaku otomatis mengikuti orang tua. Tapi bagiku kepercayaan yang mutlak adalah saat aku sudah dewasa, aku sudah bisa berpikir, dan menyaring jalan mana yang baik untuk kupilih. Jadi tak perlu khawatir. Selama aku meyakini yang aku pilih baik untukku, aku tidak akan berat menjalani.
Aku meyakini bahwa alur hidupku sudah diatur sedemikian rupa oleh Allah SwT, sesuai jalan yang kupilih. Istriku lah yang ditunjuk Allah untuk menjadi perantara pada takdirku memeluk Islam. Maka dari itu meskipun mendapat rintangan, aku merasakan tidak ada kesulitan yang berarti dalam perjalananku hingga kini.
Aku mendapati perubahan yang drastis dalam hidup semenjak memeluk agama yang berbekal ketauhidan ini. Terlebih dalam hal menyikapi hidup. Aku bisa belajar bertafakur, dan yang membuatku merasa berbeda adalah waktuku yang lebih intens untuk menyapa-Nya. Dulu sebelum mengenal Islam, aku setahun sekali beribadah, sekarang ibadahku setiap hari.

Walaupun tak meninggalkan kegiatan bermusik yang identik dengan dunia malam, aku tak melupakan kewajibanku sebagai hamba. Aku tetap punya waktu sebagai kesadaranku untuk beribadah. Aku berharap, kedepannya aku bisa mempelajari lebih dalam lagi mengenai Islam. Aku berkeinginan menjadi contoh yang baik bagi orang-orang, terutama keluargaku. Aku juga ingin dengan teman-teman sesama muslim mengadakan ngaji bareng, agar sama-sama mendekatkan diri pada Allah. Semoga Allah meridhoi. [islamaktual/al-falah/ignatiusferrydwi]

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Post a Comment

Visit Us


Top