Berita

KAJIAN

IQTISHOD

ARTIKEL

KHAZANAH

Kesehatan

Muslimah

Iptek

Download


Allah Azza wa Jalla menciptakan di langit dan di bumi dan di antara keduanya. Semua itu tidak diciptakan dengan sia-sia, tetapi mengandung tujuan. Tujuan umumnya adalah kemaslahatan bagi makhluk-makhluk-Nya, sebagai sarana beribadah kepada-Nya sekaligus membuktikan tentang keesaan-Nya.
Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): ‘Ya Rabb kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka’.” (QS. Ali Imran [3]:190-191)
Memikirkan dan merenungkan ayat-ayat Allah, ialah melihat wujudnya dan memperoleh manfaat-manfaatnya, sehingga menghasilkan sebuah keyakinan untuk beribadah kepada Allah Azza wa Jalla. Allah SwT ialah satu-satunya ilah yang berhak untuk disembah. Dia-lah satu-satunya ilah yang berhak ditakuti, ditaati, dan hanya Dia yang mampu memberikan petunjuk dan tidak menciptakan sesuatu dengan sia-sia.
Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya tanpa hikmah. Yang demikian itu adalah anggapan orang-orang kafir; maka celakalah orang-orang kafir itu, karena mereka akan masuk neraka.” (QS. Shad [38]:27)
Dengan merenungi ayat Allah SwT, maka akan menumbuhkan rasa keagungan terhadap Allah Azza wa Jalla dalam hati kita, kecintaan yang mendalam kepada-Nya, mengokohkan keimanan kepada-Nya, memantapkan keyakinan tentang keesaan-Nya. Sebaliknya, jika kita meninggalkan ayat-ayat Allah SwT, maka hati akan menjadi keras, sehingga seakan tidak ada bedanya dengan binatang ternak yang hidup di muka bumi lalu mati menjadi tanah.
Dan di bumi itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang yakin, dan (juga) pada dirimu sendiri; maka apakah kamu tidak memperhatikan?” (QS. adz-Dzariyat [51]:20-21)
Bumi tempat tinggal dan langit yang menaungi kita serta binatang ternak yang dimiliki adalah ayat-ayat Allah yang dapat menjadi petunjuk. Seperti halnya al-Qur’an kita harus membacanya dan menggali tafsirnya untuk menjalankan tugas kita sebagai khalifatullah fil ardh. Mengapa kita tidak mau menggunakan akal kita untuk memahami bahwa semua makhluk itu tidak diciptakan dengan sia-sia, tidak diciptakan begitu saja lalu dibiarkan? Semua itu diciptakan untuk maksud yang sangat mulia.
Dan banyak sekali tanda-tanda (kekuasaan Allah) di langit dan di bumi yang mereka melaluinya, sedang mereka berpaling daripadanya. Dan sebahagian besar dari mereka tidak beriman kepada Allah, melainkan dalam keadaan mempersekutukan Allah (dengan sembahan-sembahan lain). Apakah mereka merasa aman dari kedatangan siksa Allah yang meliputi mereka, atau kedatangan kiamat kepada mereka secara mendadak, sedang mereka tidak menyadarinya?” (QS. Yusuf [12]:105-107)

Setelah kita tahu bahwa pada ciptaan Allah ada petunjuk, sementara kita tidak mengambil pelajaran darinya. Bukankah kita akan menjadi golongan yang merugi? [islamaktual/tabligh/red]

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Post a Comment

Visit Us


Top