Berita

KAJIAN

IQTISHOD

ARTIKEL

KHAZANAH

Kesehatan

Muslimah

Iptek

Download


Pengadilan Federal Swiss akhirnya menolak banding yang dilakukan sekolah Saint Margrethen di daerah Saint Gallen terkait penggunaan hijab oleh siswi di sekolah.
Keputusan ini menjadi keputusan final dari kasus larangan penggunaan hijab di sekolah, yang dimulai sejak 2013 silam. Saat itu, pihak otoritas Saint Margrethen merasa keberatan dengan pengunaan hijab yang dilakukan oleh salah satu siswi muslim.
Siswi berusia 14 tahun itu menggunakan hijab selama berada di sekolah dan mengikuti pelajaran. Otoritas sekolah berpendapat, berdasarkan peraturan sekolah, setiap siswa-siswi dilarang untuk menggunakan pakaian, yang menunjukan simbol-simbol keagamaan, termasuk hijab dan penutup kepala.
Sebenarnya, pada Agustus silam, pengadilan setempat telah mencabut larangan tersebut, namun pihak sekolah mengajukan banding ke pengadilan yang lebih tinggi.
Akhirnya, Pengadilan Federal Swiss menolak banding tersebut. Majelis hakim berpendapat, penggunaan hijab tidak mempengaruhi efektivitas dari proses belajar-mengajar.
''Menggunakan hijab tidak membuat seseorang menjadi lebih kasar ataupun tidak disiplin,'' ujar Florence Aubry Girardin salah satu anggota Majelis Hakim Pengadilan Federal Swiss, dikutip dari republika.co.id, Sabtu (12/12) kemarin.
Sebenarnya kasus pelarangan hijab ini bukan pertama kali yang terjadi di Swiss. Di sejumlah daerah ada upaya untuk melarang penggunaan hijab di tempat-tempat umum.
Pada 2013 silam, daerah Ticino telah memutuskan untuk melarang pengunaan hijab di daerah mereka. Hal ini pun didukung oleh parlemen setempat.
Selain itu, ada pula upaya untuk memberlakukan kebijakan pelarangan burka, atau penutup wajah, di daerah Aargau, Zurich, dan Valais.

Selain itu, kelompok politik sayap kanan Swiss juga dilaporkan tengah berusaha meloloskan kebijakan pelarangan penggunaan penutup kepala di seluruh Swiss. [islamaktual]

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Post a Comment

Visit Us


Top