Berita

KAJIAN

IQTISHOD

ARTIKEL

KHAZANAH

Kesehatan

Muslimah

Iptek

Download


Siapa yang tak mengenal istilah Kota Pahlawan. Setiap nama Kota Pahlawan disebut, orang pasti merujuknya pada kota Surabaya. Tak salah jika sebutan itu disematkan pada Ibu Kota Provinsi Jawa Timur tersebut karena sumbangsih yang penting warga Surabaya dalam perang merebut Kemerdekaan Indonesia.  
Sejarah penting perjuangan rakyat Surabaya terjadi pada 10 November 1945. Kala itu, warga Surabaya bertempur habis-habisan mengusir pasukan Inggris. Mereka tak rela, kedaulatan Indonesia yang baru merdeka seumur jagung dirong-rong kembali oleh bangsa asing.
Sejarawan Roesdhy Hoesin berpendapat, perlawanan rakyat Surabaya tidak terjadi begitu saja, melainkan dipicu oleh karakter keras dan pantang menyerah. Itulah kenapa, kata Roesdhy, sampai sekarang anak-anak muda Surabaya dikenal dengan sebutan bonek alias bondho nekat.
“Perlawanan rakyat Surabaya merupakan konsep kebangkitan rakyat perkotaan, dijalin dari persatuan warga lorong-lorong kampung, buruh, petani, kaum Islamis, serta berbagai etnis ada,” terang Roesdhy dikutip republika.co.id seusai mengisi diskusi Hari Pahlawan di Surabaya, Senin (9/11) kemarin.
Roesdhy juga mencontohkan, ketika peperangan November 1945 di Surabaya, tak hanya warga dari suku Jawa yang angkat senjata. Bahkan pemuda dari Maluku juga membentuk perkumpulan bernama Pemuda Republik Indonesia Maluku (PRIM) dan turut memikul senjata melawan tentara Sekutu.

Meski berbeda-beda dan berwatak keras, warga Surabaya memiliki karakter loyal terhadap pemimpin. Menurut Roesdhy, itulah yang menjadi alasan solidnya barisan arek-arek Surabaya di bawah komando Bung Tomo. Persatuan dan kegigihan warga Surabaya dalam perang kemerdekaan harus diwariskan kepada generasi muda. [islamaktual]

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Post a Comment

Visit Us


Top