Berita

KAJIAN

IQTISHOD

ARTIKEL

KHAZANAH

Kesehatan

Muslimah

Iptek

Download


Merasa dirugikan dengan black campaign pemasangan spanduk bernada SARA, pasangan Calon Walikota Depok nomor urut 1, Dimas Eky Nugroho-Babai Suhaimi menggelar konferensi pers terkait hal tersebut. Dimas – Babai mengaku dirugikan dengan beredarnya spanduk yang dinilai berbau SARA dan menebarkan kebencian. Dalam spanduk tersebut terdapat gambar sebuah gereja dan tertulis kalimat “Haleluya..Puji Tuhan..Ayo Sukseskan Satu Kelurahan Satu Gereja”
Menurut keterangan Babay, spanduk SARA itu ditemukan tiga hari yang lalu, tepatnya malam Jum’at. Spanduk tersebut dipasang di basis-basis umat Islam.
“Spanduk itu tidak pernah kita buat, apalagi mencampuradukkan semangat beribadah dan semangat membangun daerah,” jelasnya dalam jumpa pers di Depok, Senin (9/11) dikutip islampos.com
“Spanduk itu dipasang persis di depan pesantren al Karimiyah. Tapi sekarang sudah kami copot. Yang jelas ada kejanggalan dan foto yang dipasang dalam spanduk tersebut. Selama ini foto kami, Dimas-Babay, selalu ada logo merah putih. Tapi dispanduk ini tidak ada.”, lanjut Babay.
Dimas dan Babay meminta pihak berwajib untuk diproses secara hukum. Mereka juga mendesak polisi agar mengusut siapa pelaku yang pertama kali mengunggah foto spanduk di Facebook, termasuk pihak-pihak yang terlibat dalam pemasangan spanduk tersebut.
“Saat ini, kami sudah dapatkan siapa yg pertama kali menyebarkan foto spanduk di medsos. Bahkan, kini akunnya sudah dihapus. Ada yang ketakutan, nomor urut 1 semakin running untuk meraih kemenangan dalam Pemilukada di Kota Depok 9 Desember 2015 nanti.
Selain itu, Dimas Eky Nugroho-Babai Suhaimi juga membantah menggunakan strategi “Play Victim”, dalam kasus pemasangan spanduk berbau SARA demi mendapatkan simpati.
Babai Suhaimi mengatakan, tidak benar tim pasangannya yang membuat spanduk tersebut.
“Jika kami dituduh pihak yang memasang spanduk, tunjukkan siapa yang pasang. Lagipula tidak ada dalam program kami seperti yang disebutkan dalam spanduk bernuansakan SARA itu. Program, visi dan misi kami jelas seperti yang bawa ke KPUD,” tukas Babai.

Dimas juga merespon, seraya mengatakan, jika pihaknya sendiri yang dituduh memasang spanduk dengan alasan play victim, itu sama saja bunuh diri. Sedangkan Pemilukada tinggal beberapa minggu lagi.  [islamaktual]

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Post a Comment

Visit Us


Top