Berita

KAJIAN

IQTISHOD

ARTIKEL

KHAZANAH

Kesehatan

Muslimah

Iptek

Download


Faktor utama kerusakan lingkungan adalah perilaku manusia yang memandang sumber daya alam sebagai objek yang dapat dieksploitasi semaunya untuk memenuhi kebutuhannya. Kerusakan terhadap sumber daya alam berdampak kurangnya pasokan sumber energi, karena sebagian besar sumber energi diperoleh dari pengolahan sumber daya alam. Jauh-jauh hari, Rasulullah saw telah berpesan untuk memanfaatkan sumber daya alam secara bijak dan proporsional agar tidak cepat habis. Hal ini terekam dalam sabda Rasulullah saw mengenai anjuran mematikan lampu:
Telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abi Syaibah, ‘Amr al-Naqd, Zuhair bin Harb, mereka mengatakan telah menceritakan kepada kami Sufyan bin Uyainah dari Zuhriy dari Salim dari Ayahnya dari Nabi Saw bersabda: “Janganlah kalian tinggalkan api (lampu) di rumah kalian ketika tidur” (HR. Muslim, Juz. 6/ 107, no. 5376, Bab al-Amr Bitaghtiyah alIna’i)
Hadits ini juga diriwayatkan oleh al-Bukhari dalam Shahih Bukhari kitab Bad’u al-Wahyi, 4/80, no. 6293. Abu Dawud dalam kitabnya Sunan Abu Dawud 4/ 533, no. 5248, at-Tirmidzi dalam Sunan at-Tirmidzi bab takhmir al-Ina’i wa ithfa’ al-Saraji wa an-Nar, no. 1813. Dalam kitabnya, Abu Isa menyatakan bahwa Hadits ini hasan shahih, begitu juga al-Bani men-shahih-kan Hadits ini. Hadits ini juga direkam oleh Abu Ya’la dalam musnad Abi Ya’la 9/398, Ibnu Majah juga merekam Hadits ini dalam kitabnya, Sunan Ibn Majah, bab Ithfa’ an-Nar ‘Inda al-Mabit, 2/1239, no, 3769. Menurut Husain Salim Asad, sebagaimana diungkapkan oleh at-Turmudzi, Hadits ini sanadnya shahih.
Mengenai hemat energi ini, Rasulullah juga memperingatkan untuk waspada terhadap pemakaian energi: Telah menceritakan kepada kami Sa’id bin Amr al-Asy’aniy, Abu Bakr bin Abi Syaibah, Muhammad bin Abdullah bin Numair, Abu Amir a-Asy’ari dan Abu Kuraib —lafadnya dari Abu ‘Amr— mereka mengatakan telah menceritakan kepada kami Abu Usamah dari Buraid dari Abi Burdah dari Abi Musa berkata: “Sebuah rumah di Madinah telah terbakar pada suatu malam, maka ketika hal tersebut diceritakan kepada Rasululah saw, beliau bersabda: “Ini adalah api. Sesungguhnya, dia adalah musuh kalian, maka jika kalian tidur, matikanlah api tersebut” (HR. Bukhari, 8/81. No. 6294).
Hadits ini juga diriwayatkan oleh Ibnu Majah dalam Sunan Ibn Majah, Kitab al-Adab, 4/694, no. 3770, Shahih Muslim, 6/107, no. 5377, Shahih Ibn Hibban, Bab Adab an-Naum, 12/328, no. 652, Musnad Ahmad, 32/342, no. 1957.
Historisitas (asbab al-wurud) Hadits ini karena kekhawatiran Rasulullah saw akan terjadinya kebakaran rumah. Sebagaimana diketahui bahwa lampu yang digunakan pada masa itu adalah lampu dengan bahan bakar minyak, sehingga rentan terjadi kebakaran apabila lampu itu terjatuh dan menimpa sesuatu yang mudah terbakar di bawahnya. Oleh karena itu, Rasulullah Saw meminta umatnya untuk mematikan lampu ketika hendak tidur (Ibnu Hajr al-Asqalani, Fath al-Bari Syarh Bukhari, 11/87).
Sumber daya alam (SDA) sebagai suplai utama sumber energi bagi manusia tidak hanya berbentuk api saja tetapi juga berbentuk tumbuh-tumbuhan dan air. Sebagaimana sabda Rasulullah saw: Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Sa’id, telah menceritkan Abdullah bin Khirasy bin Hausyib as-Syaibani, dari al-Awwami bin Hausyib, dari Mujahid, dari Ibn ‘Abbas berkata: Rasulullah saw bersabda: “Umat Islam berserikat dalam tiga hal, yaitu padang rumput, (tumbuhan), dan api” (HR. Ibnu Majah, 3/528, no. 2472).
Hadits ini juga diriwayatkan oleh Abi Dawud dalam kitabnya Sunan Abi Dawud, bab Fi Man’i al-Ma’i 3/295, no, 3479, Ahmad bin Hambal juga merekam Hadits ini dalam kitab Musnad Ahmad 5/364, no. 23132. Menurut Syuaib al-Arnauth, Hadits ini shahih. Al-Baihaqy juga merekam Hadits ini dalam Sunan al-Kubra 6/150 dan Sunan al-Sughra 5/447, no. 2165.
Mengenai pemanfaatan sumber daya air, Rasulullah saw juga menganjurkan untuk berhemat dalam pengelolaan dan pemakaian air: Telah menceritakan kepada kami Abu Nu’aim berkata telah menceritakan kepada kami Mis’ar berkata telah menceritakan kepadaku Ibn Jabr berkata aku mendengar Anas ia berkata: Adalah Nabi saw mandi dengan air satu sha’ hingga lima mud, dan berwudhu’ dengan satu mud” (HR. Bukhari, bab al-Wudlu bi Mud, 1/ 339, no. 194).
Hadits ini menunjukkan tentang efisiensi penggunaan air. Sebagai contohnya, Nabi saw menggunakan air sesuai dengan kebutuhannya, yaitu air yang digunakan untuk mandi atau berwudlu tidak melebihi fungsi utamanya untuk membersihkan hadas dan kotoran.
Dalam penggunaan air, Rasulullah saw sangat ketat, terutama masalah air bersih. Karena air bersih adalah sumber kehidupan manusia: Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Yahya dan Muhammad bin Rumh, mereka berdua berkata telah menceritakan kepada kami Laits dan telah menceritakan kepada kami Qutaibah dari Jabir dari Rasulullah Saw. bahwa beliau melarang kencing di air yang menggenang (HR. Muslim, bab Naha an al-Bauli ar-Rakidi, 1/162, no. 681).
Hadits ini juga terekam dalam Musnad Ahmad bin Hambal 2/532, no. 10905 dan Al-Baihaqy dalam Sunan al-Kubra 1/ 97, no. 477, Sunan al-Sughra, 1/37.
Dalam Hadits lain disebutkan kecaman dan ancaman keras Rasulullah saw terhadap perilaku pencemaran terhadap air. Nabi saw bersabda: Telah menceritakan kepada kami Ishaq bin Suwaid al-Ramli dan Umar bin Khattab bahwa Sa’id bin Hakam berkata telah mengkhabarkan kepada kami Naafi’ bin Yazid telah menceritakan kepada kami Haiwah bin Syuraij bahwa Abu Sa’id al-Himyari bercerita dari Muadz bin Jabbal berkata Rasulullah saw bersabda: “Takutilah tiga perkara yang menimbulkan laknat; buang air besar di saluran air (sumber air), di tengah jalan, dan di tempat teduh” (HR. Abu Dawud).
Al-Baihaqy juga merekam Hadits ini dalam kitabnya, Sunan al-Kubra bab an-Nahyi an al-Bauli fi Thariq an-Nas, 1/97, no. 594. Ahmad bin Hambal juga merekam Hadits ini dalam kitabnya, Musnad Ahmad 4/449.
Kepedulian Rasulullah Saw terhadap lingkungan tidak cukup hanya sampai di situ. Beliau juga memberikan pesan agar menanam, merawat, dan menjaga tumbuh-tumbuhan dengan baik agar dapat dimanfaatkan oleh orang banyak: Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Yahya dan Qutaibah bin Sa’id dan Muhammad bin Ubaid al-Ubariy berkata Yahya berkata telah menceritakan kepada kami Abu Awanah dari Qatadah dari Anas berkata, Rasulullah saw bersabda: “Tidaklah seorang Muslim menanam tanaman, kemudian tanaman itu dimakan oleh burung, manusia, ataupun hewan, kecuali baginya dengan tanaman itu adalah sadaqah” (HR. Bukhari, 3/135, no. 2320).
Hadits ini diriwayatkan juga oleh Muslim dalam kitabnya, Shahih Muslim, bab Fadhl Ghurus Wa Zar’i, 5/28. no. 4055, dan at-Turmudzi dalam Sunan at-Turmudzi dalam bab Fadhl al-Ghurus 3/666, no. 1328.
Hadits di atas menunjukkan betapa pentingnya menanam dan memelihara tanaman. Karena selain bermanfaat bagi orang yang menanam juga bermanfaat bagi makhluk yang lain.

Berdasarkan uraian di atas, maka disimpulkan bahwa masalah pelestarian lingkungan hidup terungkap dalam beberapa Hadits sebagai perintah bagi manusia agar menjaga dan atau memelihara lingkungan mereka dengan baik (ihsân). Dalam beberapa Hadits juga disebutkan bahwa masalah pemeliharaan keseimbangan ekologi (lingkungan hidup) ini sangat urgen (penting) bagi kelangsungan hidup manusia. Karena pasokan energi terbesar yang dinikmati oleh manusia berasal dari lingkungan itu sendiri, baik itu berupa air, api, tumbuh-tumbuhan dan sebagainya. Oleh karena itu, agar pasokan energi yang dibutuhkan oleh manusia tidak cepat habis, manusia harus bisa menggunakannya secara proporsional dan bijak tanpa mengesampingkan perawatan terhadap lingkungan hidup yang merupakan sumber dari penghasil energi itu sendiri. Wallahu ‘alam bi ash-shawab! [islamaktual/sm/sukaharahmadsyafi’i]

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

1 comments:

  1. Seperti artikel yang saya tulis tentang kelestarian lingkungan. Mari dukung Greenpack sebagai kemasan makanan ramah lingkungan yang aman untuk makanan serta dapat didaur ulang. Anda bisa mengetahui lebih lanjut tentang Greenpack di sini : http://www.greenpack.co.id/

    ReplyDelete

Visit Us


Top