Berita

KAJIAN

IQTISHOD

ARTIKEL

KHAZANAH

Kesehatan

Muslimah

Iptek

Download


Pernyataan Ustadz Maulana di sebuah stasiun televisi mengenai hal kepemimpinan tidak harus berbicara tentang agama mendapat kritikan dari berbagai pihak. Bukan hanya dari kalangan pegiatdakwah, akan tetapi juga dari gerakan Mahasiswa Muslim, salah satunya Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM).
Menurut Ketua DPP IMM Beni Pramula, pendakwah seharusnya memilah kosa kata, mana yang pantas disampaikan dan mana yang tidak. Terlebih jika dirinya sebagai public figure.
Guyonan sebagai selingan agar dakwah tidak monoton, boleh-boleh saja, tapi jangan buat umat salah memahami Islam. Pendakwah yang hanya menghibur dan mengajak jamaahnya tertawa, lebih layak dengan titel pelawak.
“Seorang ulama seharusnya memberi pencerahan kepada umat dengan keilmuannnya. Bukan seperti selebritis, sekedar entertain atau hiburan, yang lebih banyak guyonnya daripada muatan dakwahnya,” kata Beny dikutip islampos.com Jumat (13/11) lalu.
Beni juga mengajak Ustadz Maulana agar belajar lagi tentang kepemimpinan dalam Islam.
“Penceramah ini juga harus menyatakan permintaan maafnya melalui televisi dimana ia tampil. Jika tidak mau minta maaf, IMM bersama aktivis Islam lainnya akan menyampaikan mosi tidak percaya pada Ustadz Maulana dan stasiun TV tersebut.”
Dikatakan Beny, memilih pemimpin muslim itu wajib. Karena itu, umat Islam hendaknya tidak memilih pemimpin yang non muslim. Tentu pemimpin yang dipilih, bukan semata muslim, tapi juga yang amanah, adil, dan mengedepankan kepentingan umat.
Seperti diketahui sebelumnya ustad kelahiran Makassar, 41 tahun yang lalu  ini menyatakan, bahwa ketika menjelaskan tentang kepemimpinan tidak diharuskan berbicara tentang agama.

Sebelumnya Nur Maulana juga pernah mendapatkan kritikan lantaran menaiki mimbar saat memberikan ceramah. Hal itu membuat beberapa netizen mengungkapkan kritikannya pada Ustad Maulana. [islamaktual]

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Post a Comment

Visit Us


Top