Berita

KAJIAN

IQTISHOD

ARTIKEL

KHAZANAH

Kesehatan

Muslimah

Iptek

Download


Islam mengajarkanku untuk selalu dekat dengan Sang Pencipta. Salah satunya melalui ibadah shalat. Bagiku shalat adalah cara di mana manusia dapat berkomunikasi dengan Tuhannya. Setelah resmi memeluk Islam 30 Mei 2015, dengan mengucap dua kalimat syahadat di Masjid Al Falah Surabaya. Entah mengapa semangat ibadahku begitu menggebu.
Ini berbanding terbalik, saat aku sebelum memeluk Islam. Aku tergolong orang yang malas beribadah ke gereja. Syukur alhamdulillah aku dapat menjadi muallaf seperti sekarang. Dibimbing Ustad Ali dari Masjid Al Falah. Beliau menargetkan supaya aku dapat melaksanakan shalat tiga hari setelah berikrar.
Alhamdulillah, meskipun tergolong baru, aku dapat melaksanakan shalat, walau ada sedikit doa yang terlewat karena belum hafal betul. Aku juga banyak mendapat pelajaran dari Masjid Al Falah, mulai cara wudhu, cara shalat dan doanya, hingga belajar mengaji. Aku bersyukur jalanku dimudahkan untuk benar-benar mempelajari Islam. Aku rasa ini memang sudah digariskan Allah untukku, maka dari itu Allah memudahkan langkahku.
Mengenai keinginan untuk berikrar masuk Islam, seakan muncul begitu saja dalam diriku. Tidak ada rencana kapan dan dimana, aku berangkat saja di hari itu. Ditemani seseorang yang insya Allah menjadi calon suamiku, dia yang menjadi saksi ikrarku. Salah satu alasanku pindah agama, memang karena aku akan menikah. Namun sebelum mengenal calon suamiku ini, aku sudah pernah belajar tentang Islam. Walaupun keraguan sempat mengoyak batinku untuk masuk Islam, namun dalam hati tetap yakin untuk maju.
Calon suamiku pun tak lepas untuk terus menyemangatiku. Dia selalu mengingatkanku agar tak lewat lima waktu, juga membaca al-Qur’an minimal seminggu sekali. Walaupun belum bisa membaca tulisan arabnya, setidaknya dia menyuruhku untuk membaca artinya. Dia pun mau kuajak berdiskusi jika ada sesuatu yang ingin aku tanyakan. Membayangkan shalat lima waktu pun awalnya susah. Harus bisa bangun pagi, sampai harus cari mushala ketika sedang jalan-jalan. Namun setelah dijalani, ternyata semua mudah, bahkan kita sebagai manusia butuh itu.
Dengan waktu beribadah lima waktu, aku merasa lebih dekat dengan-Nya. Waktu bersama-Nya lebih banyak, sehingga kita selalu mengingat-Nya kapanpun serta di manapun. Inilah menurutku intisari dari Islam. Agama yang mengajarkan manusia untuk punya banyak waktu beribadah, agar selalu dekat dengan Sang Pencipta.

Jika tidak ada seruan untuk beribadah lima waktu, mungkin permasalahan dalam hidup yang manusia miliki bertambah keruh, bahkan mudah putus asa. Ibadah shalat lima waktu baik untuk kehidupan sehari-hari. Dengan shalat, pikiran menjadi tenang. Intinya manusia memang butuh waktu sendiri untuk berkeluh kesah, karena terkadang ada hal-hal rahasia yang tidak bisa kita sampaikan ke orang terdekat, namun dapat kita sampaikan kepada Allah SwT. Shalat adalah waktuku untuk ngobrol dengan Tuhan. Aku bahagia sekali dapat memeluk Islam. [islamaktual/alfalah/nikenchrismawati]

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Post a Comment

Visit Us


Top