Berita

KAJIAN

IQTISHOD

ARTIKEL

KHAZANAH

Kesehatan

Muslimah

Iptek

Download


Aksi teror di Perancis, Jumat (13/11) kemarin mengundang keprihatinan banyak pihak. Tak terkecuali dari para tokoh di Indonesia. Salah satunya adalah Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia, Din Syamsuddin. Din mengecam aksi teror yang menewaskan ratusan orang di Paris, Prancis, Jumat (13/11) waktu setempat.
"Kita semua mengecam sekeras-kerasnya aksi kekerasan tersebut," kata mantan Ketua Umum Muhammadiyah lewat pesan singkatnya yang diterima di Jakarta, seperti dikutip republika.co.id Sabtu (14/11) kemarin.
Apapun motifnya dan siapa pun pelakunya, menurut Din, tindak kekerasan yang mengambil bentuk pembunuhan tidak dapat dibenarkan. "Sangat menyedihkan bahwa tindak kekerasan ekstrim yang menghilangkan nyawa orang-orang tak bersalah terjadi kembali," katanya.
Dia berharap agar semua pihak tidak berspekulasi tentang jati diri pelaku dan motifnya, apalagi sampai menuduh pihak tertentu yang boleh jadi akan memunculkan aksi-reaksi yang tidak perlu.
Ia berharap pemerintah Prancis dapat mengatasi keadaan dan menciptakan suasana kondusif sehingga perhelatan akbar dunia COP 21 dapat terlaksana. "Jelas aksi tersebut akan membawa implikasi psikologis terhadap Conference of Parties (COP 21) yang akan digelar di Paris mulai dua minggu lagi," katanya.
Seperti diberitakan sebelumnya, pertandingan sepak bola persahabatan antara tuan rumah Prancis dan Jerman tetap berlanjut hingga selesai meski terjadi serangan teroris di dekat stadion di Paris, Jumat malam waktu Paris atau Sabtu waktu Indonesia. Prancis menang 2-0 pada pertandingan itu. Dua kali suara ledakan di luar terdengar dari dalam stadion pada babak pertama.

Presiden Prancis Francois Hollande yang menyaksikan pertandingan itu kemudian dievakuasi dari stadion setelah terdengar suara ledakan. [islamaktual]

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Post a Comment

Visit Us


Top