Berita

KAJIAN

IQTISHOD

ARTIKEL

KHAZANAH

Kesehatan

Muslimah

Iptek

Download


Beredarnya pamflet kegiatan seminar dan focus group discussion berjudul “Brawijaya International Youth Forum 2015” yang dinilai bermuatan nilai LGBT (Lesbian, Homoseksual, Biseksual dan Transgender) mengejutkan pihak Rektorat Universitas Brawijaya Malang.
Kegiatan yang rencananya berlangsung pada 10-11 Nopember di hotel Swiss-Bell inn, Malang ini ditolak dan dihentikan oleh rektor UB, Prof. Dr. Ir. Mohammad Bisri MS.
“Alasannya ya itu tidak cocok, wong disini orang beragama semua kok,” ujar Beni Widodo, protokoler rektor UB dilansir hidayatullah.com, Sabtu (07/11) kemarin.
Saat ditanya tentang izin kegiatan itu, Beni mengatakan bahwa pihak kampus, baik Dekan sebagai penanggungjawab, tidak pernah mengeluarkan izin untuk kegiatan yang mengaku diprakarsai oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) itu.
“Tidak pernah, gelap itu. Ya tidak mungkin, aneh-aneh saja. Itu dari Fisip, kita kecolongan,” jelas Beni.
“Kalau sampai diizinkan, sak Brawijaya bisa demo. Lagipula apa kontribusinya bagi UB, tidak ada,” tambahnya.
Menurut Beni, pihaknya menyesalkan adanya kegiatan tersebut, apalagi disana tercantum logo kampus Universitas Brawijaya.
“Yang jelas pak rektor sudah menolak dan mengharap acara itu diberhentikan,” pungkasnya.
Sebagaimana diketahui, dalam pamflet acara seminar dan focus group discussion tersebut rencananya akan dihadiri oleh Dicky Komar (Dirjen HAM dan Kemanusiaan Kementrian Luar Negeri), Frank Lange (Philoshoper University of Frankurt), DR. Dede Utomo (Aktivis LGBT dan calon kuat Komisioner Komnas HAM), dan Yuli Rustinawati (Representatif dari Gerakan LGBT arus Pelangi). [islamaktual]

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Post a Comment

Visit Us


Top