Berita

KAJIAN

IQTISHOD

ARTIKEL

KHAZANAH

Kesehatan

Muslimah

Iptek

Download


Pemimpin Muslim seperti Turki dan Saudi merupakan satu dari sekian pemimpin Muslim yang punya kepedulian tinggi terhadap konflik yang mendera kaum Muslimin di belahan bumi lain. Bahkan, ketika negara-negara Arab dan Eropa menjadi penonton, Turki sudah menampung jutaan pengungsi Suriah.
“Turki sejak awal revolusi sudah membuka perbatasan untuk menyediakan lahan untuk menampung pengungsi Suriah yang meninggalkan kampung halamannya yang dbombardir oleh Rezim Basyar Assad. Begitu juga Saudi, dengan kekuatan dananya, telah membantu pengungsi Suriah yang berada di Jordan, dengan memberikan kesempatan bekerja dan mengajar di Saudi,” ujar Ketua Komite Indonesia untuk Solidaritas Palestina, Ustadz Ferry Nur dikutip islampos.com di Jakarta, Kamis (8/10) lalu.
Dikatakan Ferry Nur, Pemimpin Turki dan Saudi meski bukan domain khilafah, namun apa yang dilakukannya untuk membantu kaum muslimin yang menderita, seperti menjalankan tugas seorang khalifah. Sekalipun Erdogan tidak menggembar-gemborkan berdirinya khilafah.
“Tugas khalifah dan pemimpin muslim itu adalah melindungi darah dan kehormatan kaum muslimin. Itulah yang dilakukan Erdogan, sesuai dengan kapasitasnya, meski belum maksimal. Kita tahu, Erdogan telah menampung pengungsi Suriah dan Palestina.
Suatu keniscayaan, jika Khilafah yang merupakan gabungan dari berbagai negara akan dideklarasikan suatu saat nanti. Dalam sebuah riwayat, pusat kekhilafan nanti berada di al Quds, bukan ditempat yang lain. “Terkadang dalam proses perjuangan, ada yang suka mendahului. Jangankan di front jihad, ditempat manapun selalu ada, maunya mendahului.”
Seruan jihad ulama Saudi untuk berjihad di Suriah, bukan berarti semuanya harus kesana. Masing-masing berjihad sesuai dengan kemampuannya masing-masing. Jika mampu, berjihad dengan jiwanya. Jika tak mampu, bisa dengan bantuan dana dan doa.
Ketika ditanya, apakah kehadiran Rusia di Suriah merupakan Perang Akhir Zaman? “Yang jelas, kita sudah hidup di akhir zaman. Kehidupan akhir zaman in, keimanan dan keislaman kita hendaknya harus tetap dijaga. Amalkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan, diantaranya dengan kepedulian dan perhatian serta membantu saudara muslim yang terzalimi. Kalau kepedulian itu tidak direalisasikan dalam kehidupan, maka keimanan kita hanya sekedar lisan,” himbau Ferry Nur.

Meurut Ferry Nur, kita tak perlu habiskan energi untuk menunggu Ratu Adil. Kita Cuma disuruh untuk berjuang, beramal saleh dan tingkatkan ibadah. Waktu kita jangan habis untuk mengkaji saja, atau menunggu ratu adil yang tidak pernah kita ketahui. Sekiranya besok kiamat, jika masih ada yang bisa tanam lakukanlah. “Kedatangan Imam Mahdi memang ada haditsnya, kapan mau datang silahkan saja. Tak perlu persiapan-persiapan khusus,” tandasnya. [islamaktual]

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Post a Comment

Visit Us


Top