Berita

KAJIAN

IQTISHOD

ARTIKEL

KHAZANAH

Kesehatan

Muslimah

Iptek

Download


Dr. KH. Tengku Zulkarnain, Wakil Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) menegaskan bahwa Pemerintah Indonesia tak sepantasnya meminta maaf pada PKI. Karena, bangsa ini harus jujur mengatakan, bahwa PKI itu pemberontak.
Sejarah mencatat, sejak tahun 1926, 1948, dan 1965, PKI melakukan makar terhadap negara. Mereka bukan hanya pemberontak, tapi juga membunuh banyak orang. Tak terkecuali para ulama di masa itu.
“Jadi sangat aneh jika pemerintah Indonesia, khususnya umat Islam harus minta maaf pada PKI. Penjajah Jepang dan Belanda saja tidak disuruh minta maaf, kok kita malah disuruh minta maaf pada pemberontak seperti PKI,” ungkap KH. Tengku Zulkarnaen dikutip islampos.com di Jakarta, Selasa (29/9) kemarin.
Lebh lanjut KH. Tengku berpesan, terhadap Komunis Gaya Baru, agar mereka tahu diri. Negara ini adalah negara konstitusi. Dalam UUD pasal 29 ayat 1 dinyatakan, negara Indonesia berdasarkan Ketuhahan yang Maha Esa. Karena itu, tidak ada tempat uuntuk orang Komunis dan Atheis berada di negeri ini.
“Jangan pernah mengulangi kebodohan, dan jangan pernah membuka luka lama. Selama kita mengenal, orang Indonesia adalah insan yang religius. Kita bisa menerima perbedaan, namun kita adalah bangsa yang religius,” kata Tengku.
Hal senada juga ditegaskan Ketua Umum MUI KH. Ma’ruf Amin bahwa PKI adalah pemberontak. Tidak pantas kita meminta maaf kepada PKI. Namun, terhadap ajakan rekonsiliasi, kita bisa saja menerima untuk mempersaudarakan kembali bangsa ini.
Rekonsiliasi bagus untuk menyatukan kembali bangsa ini terang KH. Tengku Zulkarnaen, akan tetapi bukan lewat permintaan maaf, lalu seolah pemerintah Indonesia yang merasa bersalah.

Sementara itu, KH. Ma’ruf Amin setuju saja jika Film kekejaman G30SPKI diputar kembali di TVRI. Hal itu mengingatkan agar generasi muda saat ini tak lupa sejarah pemberontakan PKI di masa itu. Terhadap komunisme gaya baru, kiai meminta umat Islam dan rakyat Indonesia agar selalu waspada. [islamaktual]

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Post a Comment

Visit Us


Top