Berita

KAJIAN

IQTISHOD

ARTIKEL

KHAZANAH

Kesehatan

Muslimah

Iptek

Download


Anas bin Malik menyebutkan bahwa pada zaman RasulullahShalallaahu ‘Alaihi Wasallam, ada seorang Yahudi menganiaya seorang gadis dengan sadis. Perhiasannya dirampas dan kepalanya dipukuli hingga luka parah. Keluarganya membawa gadis yang dianiaya tersebut kepada Rasulullah. Dengan ucapan yang terbata-bata-karena –sakratulmaut– gadis itu menjawab pertanyaan Rasulullah.
“Siapa yang menganiayamu? Si anu atau bukan?” Rasulullah menyebut orang yang bukan pelakunya. Si gadis menjawab dengan menggelengkan kepala pertanda orang yang disebutkan Rasulullah bukan pelakunya.
Dua kali Rasulullah menyebutkan nama orang yang bukan pelakunya dan si gadis menjawab dengan menggelengkan kepalanya.
Setelah itu, Rasulullah menyebut nama orang yang melakukannya. “Apakah si anu?” tanya Rasulullah.
Si gadis menjawab dengan menganggukkan kepalanya sebagai tanda mengiyakan.
Setelah mendapat kejelasan siapa pelakunya, Rasulullah memerintahkan kepada para sahabatnya untuk menangkap orang itu. Ternyata, pelakunya adalah orang Yahudi. Rasulullah menjatuhkan hukuman mati kepada pelaku penganiayaan itu dengan cara kepalanya diremukkan di antara dua batu sebagai balasan yang setimpal atas perbuatannya.
Sebelumnya, orang Yahudi itu tidak mengaku bahwa ia pelakunya. Namun, setelah berkali-kali diinterogasi, ia mengaku bahwa benar dirinya yang membunuh. Setelah mengaku, orang itu dibunuh dengan cara dipecahkan kepalanya dengan batu, sebagaimana dia memecahkan kepala gadis tadi.
Dalam kisah di atas, tampak jelas bahwa Islam pada zaman Rasulullah sangat disegani. Islam memiliki keagungan dan kewibawaan sehingga umat Islam berada pada posisi yang terhormat. Karena itu, Rasulullah SAW dapat dengan mudah menghukum tegas orang Yahudi yang menganiaya wanita Muslimah tersebut.
Namun, apa yang terjadi pada saat ini begitu menyedihkan. Islam seperti kehilangan kewibawaan dan kemuliaan (‘izzah). Ketika ribuan wanita diperkosa, serta ribuan anak dan orang dewasa dibunuh oleh orang-orang Yahudi, hati kita tidak pernah merasa iba dan tergerak untuk mengembalikan kejayaan umat. Nyali kita pun kendur serta tidak berani untuk melawan kezaliman mereka.

Semoga kita terhindar dari kelemahan semangat ini. Mari kita bermohon kepada Allah SWT agar Dia selalu menjaga kewibawaan dan kemuliaan Islam. [islamaktual/hidayatullah.com]

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Post a Comment

Visit Us


Top