Berita

KAJIAN

IQTISHOD

ARTIKEL

KHAZANAH

Kesehatan

Muslimah

Iptek

Download


Hadirnya militer Rusia dalam konflik di Suriah memancing reaksi Turki. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, mendesak rekan Rusianya Vladimir Putin untuk mempertimbangkan kembali kampanye pemboman Moskow di Suriah pada Sabtu (3/10) kemarin.
Erdogan menuduh militer Rusia telah menutup mata terhadap pembunuhan puluhan warga sipil di Suriah.
Dikutip dari islampos.com, Erdogan menyatakan kemarahannya pada saat Moskow memberitahu Ankara bahwa mereka akan menyerang ISIS di Suriah, namun serangan justru menargetkan pejuang Suriah yang moderat.
“Saya pasti akan berbicara dengan Putin. Saya akan mengungkapkan kesedihan saya atas masalah ini,” ungkap Erdogan dalam transkrip wawancara yang diterbitkan oleh kantor berita resmi Anatolia.
“Karena kita adalah dua negara bersahabat, saya akan meminta mereka meninjau kembali langkah-langkah yang telah dilakukan di Suriah.”
Erdogan juga mengeluhkan bahwa sebagai negara yang memiliki 911 kilometer (566 mil) perbatasan dengan Suriah dan menampung hampir dua juta pengungsi Suriah, Turki justru yang akan menanggung beban atas tindakan Moskow.
“Kami yang akan menderita dalam menghadapi masalah di kawasan itu. Sedangkan Rusia tidak memiliki perbatasan dengan Suriah. Namun negara saya bermasalah dengan apa yang terjadi sekarang,” tegas Erdogan.

Erdogan menambahkan bahwa dirinya ingin mengetahui motif apa dibalik semua ini, hingga Rusia begitu tertarik ke Suriah. [islamaktual]

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Post a Comment

Visit Us


Top