Berita

KAJIAN

IQTISHOD

ARTIKEL

KHAZANAH

Kesehatan

Muslimah

Iptek

Download


Mantan Ketua PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin mengatakan, pemerintah Indonesia belum maksimal mengawasi kehalalan produk makanan. Hal ini dirasakan berbeda dengan Jepang yang justru jauh lebih peka memikirkan kehalalan makanan. Contohnya, di Kota Fuji, Jepang, yang sudah mendeklarasikan menjadi kota halal.
Meski ada motif ekonomi dibalik pendeklarasian kota halal Fuji, namun Din mengapresiasi Pemerintah Jepang yang telah lebih dulu membuat standarisasi halal dengan akurat. "Memang ada motif ekonomi dibalik pendeklarasian Kota Fuji sebagai kota halal, tapi saya salut," ucapnya.
Ia mengemukakan banyak wisatawan Muslim yang berkunjung ke Kota Fuji, sehingga Pemerintah Jepang membuat terobosan menjadikan Kota Fuji menjadi kota halal.
Indonesia seharusnya bisa lebih dahulu membuat sistem labelisasi halal dengan benar dan akurat, lajut Din, karena mayoritas penduduknya beragama Islam. Walaupun label halal tertera di banyak produk makanan dan rumah makan, seluruh label halal tersebut belum sepenuhnya teruji kehalalannya.
"Sudah banyak pengelola rumah makan menggunakan label halal, tapi kita belum mengetahui kebenarannya. Pemasangan label halal tidak bisa digunakan seenaknya, butuh pengujian secara ilmiah, karena itu, saya berharap pengurus ICMI yang sedang menggelar Muswil ini dapat merumuskan konsep labelisasi halal yang baik dan akurat, melalui uji produk, sebab halal tidaknya makanan bukan diukur dari labelnya, tapi harus diuji dengan akurat," tegas Ketua Dewan Pertimbangan MUI ini.

Din juga berharap pemerintah dapat mengambil langkah tegas untuk segera menertibkan label halal tersebut. Selain itu, juga meminta pemerintah untuk melibatkan cendekiawan muslim yang berkompenten untuk terjun langsung ke masyarakat guna mengevaluasi label halal yang sudah beredar.  [islamaktual/rol]

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Post a Comment

Visit Us


Top