Berita

KAJIAN

IQTISHOD

ARTIKEL

KHAZANAH

Kesehatan

Muslimah

Iptek

Download


Pengibaran bendera Palestina di markas besar Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) belum berdampak pada perbaikan nasib warga Palestina.  Hal ini diungkapkan oleh Aktivis kemanusiaan Indonesia di Gaza Abdullah Onim. Onim menilai, Palestina yang puluhan tahun dibatasi oleh kungkungan negara Israel tetap merasakan penderitaan meski saat ini bendera Palestina berkibar di markas PBB.
"Intinya pengibaran tidak mengurangi derita mereka atau tidak mewakili rakyat Palestina. Itu pencitraan di atas penderitaan," terang Onim dikutip republika.co.id, Kamis (1/10) kemarin.
Kondisi penuh keterbatasan itu ia lihat sendiri ketika kemarin ia berkunjung ke wilayah Gaza timur. Kehidupan masyarakat disana, ujarnya, tergolong fakir. Mereka pun kerap berebut air minum.
"Saat ini mereka tidak butuh pengibaran bendera, juga tidak butuh pengakuan. Akan tetapi sangat membutuhkan sebuah sikap tegas agar mereka bebas dari kefakiran," urai Onim.
Onim yang juuga menjabat sebagai Ketua Daarul QuMaka, ia bersama lembaga filantropi seperti Medical Emergency Rescue Commitusantara Cabang Gaza berupaya memenuhi distribusi bantuan sembako dan air minum untuk warga Gaza.
Langkah tersebut sebagai tindak lanjut pembagian bahan makanan dan  air minum bagi warga Qoryah Badawiyah, Gaza Timur. "Hari ini kami lanjutkan distribusi sembako ke wilayah Asda Sahro Badawiyah Khan Yunis Gaza Selatan. Sehingga distribusi adil dan merata ke seluruh wilayah Gaza," harap Onim yang menikah dengan muslimah Palestina ini.

Onim juga mengucapkan terima kasih kepada para donatur dan aktivis yang selama ini sudah membantu warga Gaza. [islamaktual]

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Post a Comment

Visit Us


Top