Berita

KAJIAN

IQTISHOD

ARTIKEL

KHAZANAH

Kesehatan

Muslimah

Iptek

Download


Innalillahi wa inna ilaihi roji’un. Duka kembali menyelimuti Arab Saudi. Setelah sebelumnya belasan orang meninggal karena robohnya crane pembangunan sekitar Masjidil Haram, kali ini sedikitnya 717 jamaah haji wafat dan 805 lainnya terluka akibat terinjak-injak saat menuju Mina untuk melempar jumrah, Kamis (24/9) lalu. Kejadian ini merupakan bencana terburuk setelah bencana serupa 25 tahun lalu, yakni pada Juli 1990.
Dalam sebuah pernyataan, Direktorat Pertahanan Sipil Arab Saudi menuturkan, lokasi kecelakaan itu merupakan persimpangan antara Jalan 204 dan Jalan 223. Jamaah dari dua arah itu hendak menuju bangunan lima tingkat dengan lima pilar yang lebih dikenal sebagai Jamarat Bridge.
"Insiden terjadi ketika secara tiba-tiba jumlah jamaah menuju Jamarat Bridge meningkat,'' demikian pernyataan direktorat dikutip republika.co.id. Akibat situasi itu, desak-desakan antarjamaah terjadi dan menyebabkan kematian sebagian besar dari mereka. Jalan 204 selama ini dikenal sebagai salah satu jalan utama menuju Mina. Jalan lain, di antaranya kerap digunakan jamaah haji Indonesia adalah Jalan King Fahd.
Tak lama setelah kejadian, pihak keamanan Arab Saudi memblokir jalan ke arah Jamarat Bridge. Mereka juga memisahkan kerumunan besar jamaah lalu menuntun mereka jalur-jalur alternatif menuju Mina. Personel keamanan dan Palang Merah dikerahkan untuk mencegah lebih banyak jamaah menuju lokasi kejadian.
Lebih dari 220 ambulans dan 4.000 anggota tim penyelamat dikirim ke tempat kecelakaan. Televisi milik Arab Saudi, Al Arabiya, menayangkan gambar iring-iringan ambulans yang melaju melalui tenda-tenda jamaah di Mina.
Sebuah gambar menunjukkan sejumlah helikopter mengevakuasi korban terluka. Ratusan jamaah terluka dibawa ke empat rumah sakit terdekat.
Televisi Alarabiya juga melaporkan Kepala Komite Haji Pusat Pangeran Khaled al-Faisal menyalahkan sejumlah jamaah Afrika yang menjadi penyebab kecelakaan tersebut. Korban tewas dan terluka berasal dari berbagai negara.
Direktur Perlindungan WNI, Lalu Muhammad Ikbal, dalam siaran yang diterima Republika mengatakan hingga pukul 16.00 waktu Arab Saudi, berdasarkan identifikasi di Rumah Sakit Al-Jisr, Mina, terdapat tiga WNI yang menjadi korban kejadian di Mina.
Sedangkan satu lainnya dalam kondisi serius dan masaih dalam penanganan dokter. Tiga korban meninggal itu adalah Hamid Atuwi asal Surabaya, Saiyah asal Batam, dan jamaah laki-laki asal Probolinggo. Ikbal mengatakan tak ada gelang identitas pada jamaah tersebut.
Seorang jamaah haji asal Probolinggo, Jawa Timur, dipastikan menjadi korban wafat insiden Mina yang terjadi pada Kamis (24/9) pagi. Ketua rombongan kloter 48 Surabaya Mugi mengatakan, jamaah tersebut berasal dari daerah Paiton.

Kepala Daerah Kerja Makkah Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Arsyad Hidayat mengatakan, Jalan 204 bukan jalur yang biasa digunakan jamaah Indonesia menuju jamarat, melainkan Jalan King Fahd. Menurut dia, Jalan King Fahd juga merupakan jalur utama yang berada di sebelah kanan Jalan 204. [islamaktual]

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Post a Comment

Visit Us


Top