Berita

KAJIAN

IQTISHOD

ARTIKEL

KHAZANAH

Kesehatan

Muslimah

Iptek

Download


Pihak Gereja Injili di Indonesia (GIDI) kembali membuat ulah. Setelah sebelumnya menjadi tertuduh kasus kebakaran Masjid Baitul Muttaqin Tolikara dan beredarnya lambang Zionis Israel di Tolikara, kali ini GIDI meminta syarat-syarat tertentu pada perayaan Idul Adha umat Islam yang akan datang. Nampaknya kekhusyukan serta keamanan di Tolikara khususnya bagi warga Muslim di sana pasca kerusuhan Idul Fitri lalu sepertinya masih belum bisa terlaksana pada perayaan Idul Adha mendatang.
Ustadz Ali Muchtar, tokoh umat Islam Tolikara, dikutip  islampos.com Jumat (4/9) malam lalu menyatakan bahwa Idul Adha di Tolikara masih belum ada jaminan akan berlangsung aman karena pihak Kristen dari GIDI meminta beberapa syarat jika umat Islam Tolikara ingin berlebaran Idul Adha.
“Tidak diizinkan sama mereka, kecuali permintaan mereka dikabulkan. Bisa diizinkan kembali seperti dulu yang penting dua tersangka yang ditahan di Polda dibebaskan, proses hukum mereka dihentikan dan diselesaikan secara adat, pembersihan nama baik tokoh-tokoh GIDI termasuk GIDI nya sendiri,” ujar pria baruh baya ini.
“Termasuk mereka juga minta gereja GIDI di Solo yang sempat ditutup oleh umat Islam di sana bisa dibuka kembali,” kata ustadz Ali.
Meski mengaku tidak mengancam, pihak GIDI menyatakan bahwa mereka tidak bisa memberikan jaminan keamanan pada saat perayaan Idul Adha nanti, tambah ustadz Ali.
Ustadz Ali Muchtar menyatakan bahwa dirinya datang ke Jakarta bersama dengan sejumlah tokoh agama, pejabat pemerintah dan aparat keamanan sejak beberapa hari yang lalu untuk bertemu Menko Polhukam Luhut Binsar Panjaitan guna membahas proses rekonsiliasi dan persiapan Idul Adha di Tolikara.
Pada pertemuan hari Sabtu siang kemarin (5/9/2015) antara tokoh Tolikara dengan Menko Polhukam Luhut Binsar Panjaitan, pihak GIDI kembali menegaskan adanya beberapa persyaratan jika umat Islam ingin merayakan Idul Adha di Tolikara dengan aman.

Kendati demikian, kepada para tokoh Tolikara, Menko Polhukam Luhut Binsar Panjaitan meminta pihak GIDI menghormati bahwa dalam insiden Tolikara pada Idul Fitri lalu, semua orang yang terlibat sama di mata hukum dan penegakan hukum harus dilaksanakan. [islamaktual]

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Post a Comment

Visit Us


Top