Berita

KAJIAN

IQTISHOD

ARTIKEL

KHAZANAH

Kesehatan

Muslimah

Iptek

Download


Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat Din Syamsuddin didaulat menjadi salah seorang pembicara pada International Conference on Peace is Always Possible yang dilaksanakan di Tirana, Albania  Senin lalu (7/9).
Konferensi yang diselenggarakan Community of Sant Egidio ini dihadiri sekitar 500 tokoh berbagai agama serta cendekiawan dari 50 negara di dunia.
Konferensi yang mengambil tema “Peace is Always Possible” membahas beberapa topik meliputi kendala-kendala ketiadaan perdamaian, konflik-konflik keagamaan dan etnik, kerusakan lingkungan hidup, dan hubungan Islam-Kristen.
Konferensi dibuka secara resmi oleh PM Albania Edi Rama dan pada jamuan makan malam diisi sambutan oleh Presiden Albania Bujar Nishani.
Din mendapatkan giliran berbicara pada sesi pertama tentang tema konferensi Peace is Always Possible (Perdamaian Selalu Mungkin). Dalam ceramahnya, Din menjelaskan bahwa perdamaian selalu mungkin terwujud karena sejatinya fitrah kemanusiaan cenderung kepada perdamaian, karena manusia adalah ciptaan Sang Pencipta Yang Maha Damai.
“Walaupun demikian, karena di dalam diri manusia ada hawa nafsu yang dapat membawa manusia kepada kerusakan dan prtumpahan darah, maka perlu bagi manusia untuk mengembangkan potensi-potensi positif dan konstruktif dalam dirinya,” ujar Din dalam rilis dikutip dari islampos.com.
Menurut Din yang juga Ketua Centre for Dialogue and Cooperation among Civilisations (CDCC), perdamaian bukan berarti tidak adanya konflik. Perdamaian tercipta ketika masyarakat berinteraksi secara positif dan mengelola konflik dengan perhatian yang penuh hormat terhadap apa yang menjadi kepedulian semua pihak yang terlibat.
Din juga mengingatkan bahwa masalah serius yang dihadapi umat manusia dewasa ini adalah kerusakan lingkungan hidup dan perubahan iklim. “Kesemuanya adalah bentuk-bentuk kerusakan global yang menuntut aksi bersama umat manusia yang bersifat sektoral baik agama, etnik, maupun profesi untuk menanggulanginya.”
Dari Tirana, Din akan melanjutkan perjalanan ke Bristol, Inggris, untuk menghadiri dan berpartisipasi dalam United Nations Meeting on Faiths and Sustainable Development Goals yang akan berlangsung pada 8-9 September 2015.
Menjelang keberangkatan ke Albania dan Inggris, Din dan beberapa tokoh agama telah meluncurkan Indonesia Bergerak Menyelamatkan Bumi (IBMB) di kantor CDCC di bilangan Menteng Jakarta.

“Ini bentuk kepedulian para tokoh agama di Indonesia terhadap kondisi lingkungan. Dengan menggunakan argumentasi teologis mereka mengajak umat masing-masing untuk menyelamatkan dan memuliakan bumi,” pungkas Din. [islamaktual]

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Post a Comment

Visit Us


Top