Berita

KAJIAN

IQTISHOD

ARTIKEL

KHAZANAH

Kesehatan

Muslimah

Iptek

Download


Kritik terhadap Rasulullah yang menjurus penghinaan serta kerap dilontarkan akademisi dan mahasiswa universitas Islam menandakan lemahnya jati diri universitas sebagai lembaga pendidikan berbasis agama. Hal itu diungkapkan ustadz Adnin Armas, Direktur Eksekutif Institute for The Study of Islamic Thought and Civilization (INSISTS) seperti dikutip islampos.com Jumat (26/9) lalu.
“Umat Islam yang melakukan kritik, itu menunjukkan sudah sangat terpengaruh dengan pemikiran yang berasal dari luar, bukan identitas Islam,” ujarnya.
Adnin menganggap perlu dilakukan re-evaluasi sistem pendidikan dan kurikulum. Universitas perlu membuka diri untuk tidak toleran terhadap pemikiran yang merusak. Harus ada  parameter jelas tantang apa yang disebut universitas Islam.
Adnin juga menjelaskan bahwa kebebasan pemikiran yang ada di kampus termasuk universitas Islam harusnya tidak mencontoh kebebasan pemikiran yang ada di kampus-kampus barat. Tidak bisa atas nama kebebasan kemudian mengeluarkan pendapat semaunya jelasnya lagi.
Universitas Islam perlu menegaskan jati diri dan hakikat Islam. Sebab awalnya universitas Islam dilahirkan untuk mencetak mujahid dan intelektual di bidang pemikiran Islam.
“Jadi perlu ada evaluasi menyeluruh terhadap dosen, kurikulum, mahasiswa. Jangan hanya fokus pada aturan administrasi tetapi malah yang menjadi substansi universitas Islam yakni kelimuan dirusak  dan tidak diberi sanksi disiplin,” ujarnya.

Seperti diketahui sebelumnya, kasus penghinaan terhadap Rasulullah kembali terjadi, dan kali ini dilakukan oleh mahasiswa UIN Sumatra Utara. Tuah Aulia Fuady menulis dalam facebooknya agar Al Quran direvisi karena tidak sesuai dengan tuntutan zaman. Akibat tindakannya, mahasiswa semester V Fakultas Syariah ini akhirnya dipecat dari kampusnya. [islamaktual]

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Post a Comment

Visit Us


Top