Berita

KAJIAN

IQTISHOD

ARTIKEL

KHAZANAH

Kesehatan

Muslimah

Iptek

Download


Paulus dalam agama Kristen diakui sebagai seorang rasul. Paulus yang nama Yahudinya adalah bernama Saul atau Saulus (Kis. 13:9), dilahirkan di Tarsus ibukota Cicilia di Asia Kecil. Ayahnya seorang Yahudi dari suku Benyamin dan ibunya keturunan Romawi.
Paulus punya peranan yang sangat penting terhadap dogma-dogma Agama Kristen. Ajaran/dogma dalam agama Kristen tidak bersumber dari ajaran Yesus, melainkan bersumber dari Paulus. Di dalam agama Kristen ada 7 (tujuh) macam dogma, antara lain: Konsep Tuhan Anak; Inkarnasi; Dosa Waris; Penyaliban dan Penebusan Dosa; Konsep Kebangkitan; Naik ke Langit/Sorga; Tuhan Yesus (pengangkatan Yesus menjadi Tuhan).
Konsep Tuhan Anak
Menurut Paulus, Allah Bapa yang di Sorga itu mempunyai anak sulung yang sudah ada sebelum segala sesuatu ada, dan segalanya dicipta melaluinya (1 Korintus 8:6; Kolose 1:5; 1 Timotius 2:5). “Namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang dari pada-Nya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup, dan satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus, yang oleh-Nya segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup” (1 Korintus 8:6).
Dogma Inkarnasi
Menurut Paulus, Yesus telah melakukan inkarnasi di bumi melalui benih Daud (Roma 1:3-4; Galatia 4:4-5; Kolose 1:15; dan Ibrani 1:3). Dengan demikian, Paulus telah mendoktrinkan bahwa Yesus adalah anak Yusuf dan Maryam sebagaimana silsilah yang ditulis oleh Matius (Mat. 1:1-16). Paulus mengatakan bahwa Yesus dalam wujudnya sebagai manusia berasal dari benih Daud (Roma 1:3), “tentang anak-Nya, yang menurut daging diperanakkan dari keturunan Daud
Jadi, Paulus telah menuduh Yusuf dan Maryam telah bersetubuh hingga melahirkan Yesus.
Dogma Dosa Waris
Manurut Paulus, manusia ini sebenarnya hidup kekal di sorga. Karena kesalahan Adam, maka ia dibuang ke Bumi dan anak Adam bisa mati. Dosa yang telah diperbuat oleh Adam itu terus dipikul oleh keturunannya (Roma 5:12-18; 1 Korintus 15:21-26).
Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang, dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa.” (Roma 5:12)
Penyaliban dan Penebusan Dosa
Menurut Paulus, Yesus menyerahkan dirinya untuk berkorban hingga mati di tiang salib untuk menebus dosa (1 Korintus 1:18-23; Roma 5:8; 1 Timotius 1:15). Pengorbanan Yesus itu adalah untuk menebus dosa manusia. Oleh karena itu, setiap orang harus beriman kepada penyaliban dan penebusan dosa ini, agar memperoleh hidup kekal dan kembali pada hari kemudian (Roma 5:18; 6:10-11; 2 Korintus 5:14; 1 Timotius 2:6).
Konsep Kebangkitan
Yesus bangkit dari kematian setelah dikubur selama 3 (tiga) hari. Maka dari itu semua orang harus percaya bahwa Yesus telah bangkit dan hidup kekal. Siapa yang percaya akan memperoleh hidup yang kekal (Roma 6:4-18; 1 Korintus 15:17-20; 15; 4; 2 Timotius 2:8).
Naik ke Langit (Sorga)
Setelah bangkit dari kematiannya, Yesus naik ke langit dan bersemayam/duduk di sebelah kanan Tuhan Bapa (Epesus 1:19-20; Kolose 3:1).
Dan  betapa hebat kuasa-Nya bagi kita yang percaya, sesuai dengan kekuatan kuasa-Nya, yang dikerjakan-Nya di dalam Kristus dengan membangkitkan Dia dari antara orang mati dan mendudukkan Dia di sebelah kanan-Nya di sorga.” (Epesus 1:19-20).
Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah” (Kolose 3:1).
Doktrin Yesus Tuhan
Setiap orang harus yakin bahwa Yesus adalah TUHAN (Roma 10:9).
Sebab, jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan” (Roma 10:9).
Dengan adanya dasar dogma seperti ini, pada gilirannya melahirkan doktrin trinitas (Devine Trinity) yang menetapkan bahwa Tuhan terdiri dari tiga oknum (Allah Bapa, Allah Anak, Roh Kudus).
Dari semua konsep dogma agama Kristen yang telah diajarkan Paulus itu, ternyata hanya kebohongan belaka. Sebagaimana dikatakan sendiri oleh Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Roma 3:7 sebagai berikut:
Tetapi jika kebenaran Allah oleh dustaku semakin melimpah bagi kemuliaan-Nya, mengapa aku masih dihakimi lagi sebagai orang berdosa?” (Roma 3:7)
Sudah tepatlah apa yang dikatakan Yesus dalam Injil Matius:
Jawab Yesus kepada mereka: “Waspadalah supaya jangan ada orang yang menyesatkan kamu! Sebab banyak orang akan datang dengan memakai nama-Ku dan berkata: Akulah Mesias, dan mereka akan menyesatkan banyak orang.” (Matius 24: 4-5).
Ramalan Yesus itu terbukti, bahwa ada orang yang mengaku rasul yang diutus Yesus dengan mendapatkan bimbingan dari Roh Kudus.
Tetapi rasul palsu itu mengajarkan dogma yang bertentangan dengan ajaran Yesus. SIlahkan lihat sendiri pertentangan antara Yesus dengan ajaran Paulus:
  • Yesus disunatkan. “Dan ketika genap delapan hari dan Ia harus disunatkan, Ia diberi nama Yesus, yaitu nama yang disebut oleh malaikat sebelum Ia dikandung ibu-Nya”(Luk 2:21).
Tetapi Paulus melarang sunat, lihat Roma 2:29 dan Galatia 5:2 sebagai berikut:
Tetapi orang Yahudi sejati ialah dia yang tidak nampak keyahudiannya dan sunat ialah sunat di dalam hati, secara rohani, bukan secara hurufiah. Maka pujian baginya datang bukan dari manusia, melainkan dari Allah” (Roma 2:29).
Sesungguhnya, aku, Paulus, berkata kepadamu: jikalau kamu menyunatkan dirimu, Kristus sama sekali tidak akan berguna bagimu.” (Galatia 5:2)
  • Yesus menyuruh agar manusia hanya menyembah dan berdo’a kepada Allah, lihat Matius 4:10; Markus 12:29; Lukas 6:12.
Tetapi Paulus mempertuhankan Yesus.
“Mereka adalah keturunan bapa-bapa leluhur, yang menurunkan Mesias dalam keadaan-Nya sebagai manusia, yang ada di atas segala sesuatu. Ia (yesus, pen.) adalah Allah yang harus dipuji sampai selama-lamanya.” (Roma 9:5)
“Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan.” (Roma 10:9)
“Sebab untuk itulah Kristus telah mati dan hidup kembali, supaya Ia menjadi Tuhan, baik atas orang-orang mati, maupun atas orang-orang hidup.” (Roma 14:9)

Jadi, setelah kita kaji dan buktikan seluruh dogma dalam agama Kristen tidak bersumber dari Yesus, tetapi Paulus-lah pencetusnya. Oleh karenanya, Yesus (Isa a.s) tidak pernah membawa dan mendirikan agama Kristen. Yang lebih tepatnya agama Kristen didirikan oleh Paulus. [islamaktual/tabligh/abudeedat]

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Post a Comment

Visit Us


Top