Berita

KAJIAN

IQTISHOD

ARTIKEL

KHAZANAH

Kesehatan

Muslimah

Iptek

Download


Sebagai kaum Mukminin, kita harus bersyukur kepada Allah. Karena kita masih dapat bertemu dan berpuasa Ramadhan tahun ini. Ini merupakan kesempatan yang baik bagi kita untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas diri. Dari hari ke hari, ibadah puasa yang fardhu ini kita tunaikan dengan sepenuh ketaatan kepada Allah dan keikhlasan. Tidak terasa, puasa kita mendekati selesai. Bulan Ramadhan hampir berakhir dan pada waktunya kita akan berpisah. Sebenarnya, kita berat hati hendak berpisah dengan bulan Ramadhan tahun ini. Karena banyak kenikmatan dari Allah yang kita peroleh di bulan yang mubarak ini. Semoga kita masih dapat bertemu dengan bulan Ramadhan tahun depan. Insya Allah.
Ramadhan ibarat sebuah madrasah atau sekolah. Kurikulumnya telah disiapkan oleh Allah dan Rasul-Nya. Kita menjadi siswanya. Di dalamnya kita mendapatkan pendidikan dan pelatihan yang intensif. Kita berpuasa dengan seluruh rangkaiannya atas dasar keimanan dan ketulusan hanya untuk mendapatkan keridhaan Allah. Kita berpuasa ada tujuan yang hendak dicapai, agar kita bertakwa (QS. al-Baqarah [2]:183). Kalau sebelum berpuasa kita bertakwa, maka dengan berpuasa Ramadhan tahun ini ketakwaan kita diharapkan bertambah atau meningkat. Kita akan lepas dan berpisah dengan madrasah Ramadhan tahun ini. Dan tetap berminat untuk memasuki, meneruskan, dan mengikuti pada madrasah yang sama tahun depan. Kita, sebagai alumninya, harus dapat menjaga ketakwaan diri dan meningkatkannya.
Manusia takwa (muttaqin) dicintai Allah (QS. Ali Imran [3]:76), makhluk yang paling mulia di sisi Allah (QS. al-Hujurat [49]:13), dan surga disediakan Allah SwT bagi muttaqin (QS. Ali Imran [3]:133 dan QS. ath-Thuur [52]:17). Siapa yang bertakwa memiliki kemampuan untuk membedakan antara hak dan bathil (QS. Al-Anfal [8]:29). Selain itu, ia mendapatkan jalan keluar dan rezki yang datangnya tiada disangka serta kemudahan dalam menghadapi segala urusan (QS. Ath-Thalaaq [65]: 2-4). Dan masih banyak lagi lainnya. Karena itu, bersungguh-sungguhlah dalam bertakwa kepada Allah sehingga sampai pada puncak kesungguhan (QS. Ali-Imran [3]: 102).
Muttaqin adalah manusia berkualitas. Kualitasnya dapat dilihat dari banyak aspek. Dari aspek iman, misalnya, siapa yang bertakwa tentu sangat beriman kepada Allah. Imannya kokoh, teguh, dan uat dalam segala keadaan. Ia senantiasa berusaha menjaga diri agar imannya tidak mengalami penurunan. Tetapi sebaliknya, yakni kenaikan atau peningkatan. Dari aspek ibadah, ia tidak hanya membaguskan ibadah fardhu seperti shalat lima waktu dan puasa Ramadhan. Namun, ia giat pla menambah melaksanakan ibadah tathawwu’ (tuntunan yang bersifat anjuran dan dorongan) antara lain shalat rawatib, shalat lail, shalat dhuha, dll. Sedangkan puasa tathawwu’, misal, puasa enam hari di bulan Syawal, puasa hari Senin dan Kamis, puasa Arafah, puasa Asyura dan Tasu’a, dll. Kegunaan ibadah tathawwu’ dapat untuk melengkapi kekurangan yang ada dalam pelaksanaan ibadah fardhu.
Aspek lainnya, misal, akhlak. Siapa yang bertakwa tentulah ia berakhlak mulia lagi terpuji, baik lahir maupun batin. Di antaranya adil, jujur, amanah, sabar, dan pemaaf. Bukan sebaliknya. Karena itu, ia lapang hati meninggalkan segala yang haram. Sedangkan terhadap yang halal pun terlatih untuk dapat membatasi diri. Dari aspek mu’amalah dan sosial, siapa yang bertakwa harus sadar diri bahwa hidupnya bermasyarakat. Dalam bermasyarakat manusia hidup harus saling bekerjasama, membantu, dan menolong. Hidup dalam kasih sayang dan cinta kasih. Hidup dalam damai, baik dengan diri sendiri maupun dengan orang lain. Sifat memberi, dermawan, atau sosil harus mengedepan. Tidak bakhil, kikir, dan mencintai sifat tersebut. Beramallah dengan ikhlas dan benar. Ikhlas harus karena Allah dan benar harus mengikuti syariat-Nya. Dengan demikian, jalan kebaikan itu sebenarnya banyak. Shadaqah, misalnya, yang diberikan tidak terbatas dan mesti berupa materi. Nah, berbuat baiklah kepada manusia dalam arti luas, yaitu dengan harta, kedudukan, ilmu, waktu, perkataan, tenaga, dan lainnya. Terus mencari dan berbuat kebaikan sehingga menjadi manusia yang bermanfaat.

Pasca Ramadhan, kita menjadi muttaqin, yakni manusia berkualitas, berkemajuan, dan bermanfaat bagi sesama. Semoga. [islamaktual/sm/muchlasabror]

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Post a Comment

Visit Us


Top