Berita

KAJIAN

IQTISHOD

ARTIKEL

KHAZANAH

Kesehatan

Muslimah

Iptek

Download


Artis yang memutuskan untuk membuka auratnya masih dapat dihitung dengan jari, namanya tidak perlu kita sebut, karena tidak bermanfaat mengingatnya. Tidak banyak, namun berita mengenai mereka cukup santer tersebar tak lain lantaran media massa yang menjadikannya sebagai barang jualan, dan masyarakat kita yang salah kaprah menjadikannya tokoh idola, panutan dalam banyak hal.
Tentu saja wajar kalau sang artis berbuat kesalahan, lha wong dia juga manusia. Termasuk wajar juga bila para fans-nya kemudian menyayangkan terjadinya kesalahan itu lalu menasihatinya, lha wong mereka mencintainya. Yang tidak wajar itu bila dinasihati tapi kemudian merasa risih dan ngambek, kemudian fans nya membebek membenar-benarkan kesalahannya itu.
“Gue dukung apa pun keputusan elo.” Katanya, padahal seorang Muslim harusnya mengatakan yang benar itu benar, dan mengatakan yang salah itu salah, bukan membabi buta. Ada lagi yang membuat prinsip “Gue udah lama berhenti memikirkan apa kata orang lain.” Kalimat ini tadinya digunakan untuk memotivasi diri yang sedang bangkit dari keterpurukannya menuju perbaikan, namun sekarang dijadikan sebagai sikap masa bodoh terhadap nasihat orang-orang yang mencintainya. “Ikuti saja kata hatimu, follow your heart, dear.
Hati yang bersih, yaitu yang tunduk kepada Allah dan Rasul-Nya, akan memimpin menuju surga-Nya. Sedangkan hati yang kotor, yaitu yang membangkangi Allah dan rasul-Nya demi memperturutkan hawa nafsu, akan menjatuhkan ke jurang neraka.
Apes banget punya teman kayak gini, yang mendorong-dorong ke neraka, loyo! Tidak memiliki semangat yang tangguh untuk bertahan dalam ketaatan beragama, terkena sedikit musibah langsung ngambek, dan ngambeknya itu lho kok kepada Allah, dengan cara murtad dari perintah-Nya.
Follow Allah. Follow Rasulullah. Mau hati kita sakit kayak apa, sedih kayak apa, merana kayak apa: Tetap pegang aturannya Allah! Orang Islam jangan cengeng. Orang Islam harus kuat. One day sengsara sesakit apa pun semuanya bakal selesai, surga akan menghapus semuanya, SE-MU-A-NYA!
Terkena ujian itu wajar, itulah hidup, namanya juga dunia. Kalau ingin bebas dari ujian, cuma di surga, tidak ada jalan lain. Tapi bagaimana bisa ke surga kalau baru ditimpa ujian sedikit sudah mengeluh dan ngambek, kemana ketegarannya? Bangun dan kembalilah, kepada Allah, masuklah kepada surganya.
Jadi besok kalau ada yang bilang “Gue dukung apa pun keputusan elo.” Apalagi ditambah, “Mau buka-bukaan kek, menikah sesama jenis kek, pindah agama kek, asalkan elo bahagia gue dukung!”

Iba, iba. Apes banget punya temen kayak gini. [islamaktual/gilig]

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Post a Comment

Visit Us


Top