Berita

KAJIAN

IQTISHOD

ARTIKEL

KHAZANAH

Kesehatan

Muslimah

Iptek

Download


Pendeta Petrus sangat yakin dan bangga atas doktrin “keselamatan yang pasti” yang diperoleh secara gratis dengan tetesan darah Yesus yang telah mati di tiang salib untuk menebus Dosa Warisan Adam.
Karena dilahirkan dalam keadaan berdosa dan tidak bisa membersihkan dosa tersebut, maka manusia tidak mungkin bisa selamat di dunia dan akhirat. Supaya selamat, maka Dosa Warisan manusia harus ditebus dengan darah Yesus. Karena hanya Yesus saja orang yang tidak punya dosa (I Yohanes 3:5).
Pendeta Petrus berdalih dosa yang dilakukan Adam diwariskan kepada semua anak keturunannya. Dalilnya sebagai berikut:
Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang, dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa.” (Roma 5:12)
“Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah, dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus.” (Roma 3:23-24)
Para nabi Allah, termasuk Yesus (Isa a.s) tidak pernah mengajarkan Dosa Waris dan Penebusan Dosa. Risalah Allah yang dibawa oleh semua nabi-Nya itu pada hakikatnya sama saja, yaitu tauhid dan mengerjakan amal salih. Semua nabi menekankan adanya tanggung jawab individu atas segala perbuatan manusia.
Yesus dan Bibel Menolak Doktrin Dosa Waris dan Penebusan Dosa
Ternyata, Yesus dan Bibel sendiri menolak doktrin Dosa Waris dan Penebusan Dosa sebagaimana dilihat pada ayat Bibel di bawah ini:
Orang yang berbuat dosa, itu yang harus mati. Anak tidak akan turut menanggung kesalahan ayahnya dan ayah tidak akan turut menanggung kesalahan anaknya. Orang benar akan menerima berkat kebenarannya, dan kefasikan orang fasik akan tertanggung atasnya. (Yehezkiel 18:20, Yeremia 31:29-30, II Tawarikh 25:4)
janganlah ayah dihukum mati karena anaknya, janganlah juga anak dihukum mati karena ayahnya; setiap orang harus dihukum mati karena dosanya sendiri (Ulangan 24:16)
Pada waktu itu Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya (Matius 16:27)
Analisa
Sesuai ayat Bibel di atas, ada dua kesimpulan yang dapat diambil. Pertama, Doktrin Dosa Waris dan Penebusan Dosa yang diajarkan oleh Paulus tersebut jauh bertentangan dengan ajaran para nabi, termasuk ajaran Isa (Yesus) a.s .
Kedua, sebelum Yesus sampai pada masa Yesus, tidak ada ajaran Dosa Waris dan Penebusan Dosa. Tetapi, setelah Yesus tidak ada, maka muncul ajaran Dosa Waris dan Penebusan Dosa yang dibawa oleh Paulus.
Akibat Dosa Waris Tidak Masuk Akal (irasional)
Menurut Bibel, kutukan Tuhan Akibat Dosa Waris tidak hanya ditanggung oleh Adam saja, melainkan juga kepada anak keturunan Adam, kepada ular dan kepada bumi:
  • Ular, menjadi terkutuk sehingga berjalan dengan perut menjalar dan memakan debu tanah sepanjang hidupnya (Kejadian 3:14). Padahal sampai sekarangpun tidak ada ular yang memakan tanah.
  • Kaum Hawa (feminin), dikutuk dengan berketurunan, menjadi susah oayah waktu hamil, merasakan sakit ketika melahirkan, birahi kepada suaminya, dan dikuasai oleh suaminya (Kejadian 3:16). Bagi wanita, melahirkan itu sudah fitrahnya sesua dengan kondisi biologisnya, bukan karena dosa Adam.
  • Kaum Adam (maskulin), dikutuk Tuhan sehingga mati kembali menjadi debu, mencari nafkah dengan susah payah dan berkeringat (Kejadian 3:17, 19). Kaum laki-laki (suami) berkewajiban memberi nafkah dan tidak ada hubungannya dengan dosa Adam.
  • Bumi, menjadi terkutuk karena menjadi tempat manusia mencari rezeki (Kejadian 3:17).
Dosa Warisan Salah Alamat
Dosa Warisan disandarkan (dinisbatkan/dialamatkan) kepada Adam ini adalah salah besar. Sebab, orang yang pertama kali memakan buah terlarang adalah Hawa, atas rayuan ular. Adam memakan karena godaan Hawa. Jadi, Dosa Warisan itu lebih tepat bila dialamatkan kepada Ular atau Hawa, bukan Adam. Akan tetapi, keduanya telah bertaubat dan diampuni oleh Allah SwT.
Yesus Tidak Rela Mati Disalib untuk Menebus Dosa
Meskipun umat Kristiani meyakini bahwa Yesus disalib untuk menebus dosa seluruh umat manusia, akan tetapi, tidak begitu gambaran yang disajikan dalam Bibel. Berikut ulasannya:
  1. Yesus berteriak histeris, takut, dan sedih
Kira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: “Eli, Eli, lama sabakhtani?” artinya : Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan aku? (Matius 27:46). (Matius 26:38; bdk: Markus 14:34).
Dalam ayat tersebut, Yesus menyalahkan Tuhan sehingga berteriak-teriak histeris, “Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan aku?” Arti teriakan ini adalah: Tuhanku, Tuhanku, mengapa aku yang tidak berdosa ini kau tinggalkan di atas kayu salib?
  1. Yesus berdo’a minta diselamatkan agar tidak disalib
Maka ia maju sedikit, lalu sujud dan berdo’a, kata-Nya: “Ya bapaku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari padaku, tetapi janganlah seperti yang kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki” (Matius 26:39).
“Sekarang jiwaku terharu dan apakah yang akan kukatakan? Bapa, selamatkanlah aku dari saat ini? Tidak, sebab untuk itulah aku datang ke dalam saat ini” (Yohanes 12:27).
Tidak Semua Orang Memiliki Dosa Waris
Dalam Bibel juga ditemukan hal yang aneh dalam doktrin Dosa Waris, yaitu Dosa Waris tidak berlaku untuk dua orang berikut:
  • Anak-anak kecil tidak memiliki Dosa Waris
Lalu orang membawa anak-anak kecil kepada Yesus, supaya Ia meletakkan tangannya atas mereka dan mendoakan mereka; akan tetapi murid-muridnya memarahi orang-orang itu. Tetapi Yesus berkata: “Biarkanlah anak-anak kecil itu, janganlah menghalang-halangi mereka datang kepadaku; sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Sorga (Matius 19:14).
  • Yohanes adalah orang suci tiada dosa
Sebab Yohanes akan besar di hadapan Tuhan dan ia tidak akan minum anggur atau minuman keras dan ia akan penuh dengan Roh Kudus mulai dari rahim ibunya (Lukas 1:15) (Matius 11:11) (Matius 23:35).
Paulus tidak Diperlukan Lagi
Jika keselamatan dijamin oleh penyaliban Yesus, lalu apa gunanya Paulus datang membawa Injil yang berbeda dengan Injil yang dibawa oleh Nabi Isa a.s?
Ayat berikut ini membuktikan bahwa Paulus mengajarkan Injil miliknya sendiri, bukan Injil Allah yang dibawa nabi Isa a.s.
Kata Paulus, Ingatlah ini: Yesus Kristus, yang telah bangkit dari antara orang mati, yang telah dilahirkan sebagai keturunan Daud, itulah yang kuberitakan dalam Injilku. (II Timotius 2:8).
Tetapi sekalipun kami atau seorang malaikat dari sorga yang memberitakan kepada kamu suatu Injil yang berbeda dengan Injil yang telah kami beritakan kepadamu, terkutuklah dia (Galatia 1:8).
Yesus Disalib karena Kedengkian Yahudi, bukan Menebus Dosa
Ia memang mengetahui, bahwa mereka telah menyerahkan Yesus karena dengki (Matius 27:18, Markus 15:10).
***
Setelah mengetahui kerancuan dan kebobrokan iman Kristiani tentang Dosa Waris dan Penebusan Dosa, mari kita lihat konsep Islam yang sederhana, singkat, tidak membingungkan, dan rasional.
Islam menolak dogma tentang Dosa Waris dan Penebusan Dosa. Dosa adalah perbuatan manusia yang melanggar hukum Allah dengan sengaja. Pertanggungjawabannya dipikul di atas pundak masing-masing pelakunya. Orang lain tidak ikut campur terhadap dosa orang lain.
Islam menolak dogma Dosa Waris dan Penebusan Dosa, hal ini dituangkan dalam banyak ayat al-Qur’an dan Hadits Nabi, di antaranya:
2_123.png
“Dan takutlah kamu kepada suatu hari di waktu seseorang tidak dapat menggantikan orang lain sedikitpun. Dan tidak akan diterima suatu tebusan daripadanya. Dan tidak akan memberi manfaat sesuatu syafaat kepadanya dan tidak (pula) mereka akan ditolong.” (QS. al-Baqarah [2]:123).
6_164.png
“Katakanlah: “Apakah aku akan mencari Tuhan selain Allah, padahal Dia adalah Tuhan bagi segala sesuatu. Dan tidaklah seseorang membuat dosa melainkan kemudharatannya kembali kepada dirinya sendiri; dan seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. Kemudian kepada Tuhanmulah kamu kembali, dan akan diberitakan-Nya kepadamu apa yang kamu perselisihkan.” (QS. al-An’am [6]:164).
Lihat juga QS. al-Baqarah [2]:286; QS. al-Isra’ [17]:15; QS. Lukman [31]:33; QS. an-Najm [53]:38; QS. at-Thur [52]:21.
Haditst shahih riwayat Bukhari:

Setiap bayi dilahirkan dalam keadaan suci, maka karena orang tuanyalah dia menjadi Yahudi, Nasrani, atau Majusi.” [islamaktual/tabligh/abudeedat]

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Post a Comment

Visit Us


Top