Berita

KAJIAN

IQTISHOD

ARTIKEL

KHAZANAH

Kesehatan

Muslimah

Iptek

Download


Al-Quran tidak turun dengan sendirinya (nuzul), melain ada yang menurunkannya. Mula pertama Allah langsung yang menurunkannya secara keseluruhan sekaligus (inzal), dari Lawh al-Mahfudh ke Bayt al-`Izaah (langit dunia) di bulan Ramadhan pada malam kemuliaan (laylatul qadar) yang penuh berkah.
Firman Allah :
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ
Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an.” [al-Baqarah [2]: 185]
إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ
Sesungguhnya kami menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam kemuliaan.” [al-Qadr [97]: 1]
إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ
Sesungguhnya kami menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam yang diberkahi.” [al-Dukhan [44]: 3]
Dari langit dunia, kemudian dilanjutkan oleh Malaikat Jibril secara berulangkali (tanzil), dalam kisaran 3 - 5 ayat selama kurun waktu 22 tahun, 2 bulan 22 hari.
نَزَلَ بِهِ الرُّوحُ الْأَمِينُ
dia dibawa turun oleh Ar-Ruh Al Amin (Jibril)” [QS. al-Syu`ara [26]: 139]
وَقُرْآناً فَرَقْنَاهُ لِتَقْرَأَهُ عَلَى النَّاسِ عَلَى مُكْثٍ وَنَزَّلْنَاهُ تَنزِيلاً
Dan Al Quran itu telah kami turunkan dengan berangsur-angsur agar kamu membacakannya perlahan-lahan kepada manusia dan kami menurunkannya bagian demi bagian.” [QS. al Isra [17[: 106]
Menurut Jumhur Ulama, ayat/surat yang pertama kali diturunkan Jibril kepada Muhammad SAW, adalah surat al-`Alaq: 1-5, [HR. Bukhari + Muslim] yang juga sekaligus menandakan pengangkatannya sebagai Nabi. Nah, kapan itu terjadi ?
Dalam hal ini, ditemukan beberapa isyarat baik dalam al-Quran, al-Hadits maupun periwayatan lainnya.
Al-Quran surat al-Anfal ayat 41:
إِنْ كُنْتُمْ ءَامَنْتُمْ بِاللَّهِ وَمَا أَنْزَلْنَا عَلَى عَبْدِنَا يَوْمَ الْفُرْقَانِ يَوْمَ الْتَقَى الْجَمْعَانِ
... jika kamu beriman kepada Allah dan kepada apa yang Kami turunkan kepada hamba Kami (Muhammad) di hari Furqaan, yaitu di hari bertemunya dua pasukan.” [QS. al-Anfal [8]:41]
Ayat di atas menunjukkan bahwa Al-Quran untuk pertama kali diturunkan kepada Nabi pada hari yang sama dengan peristiwa perang Badar.
Menurut Menurut al-Hasan ibn Ali ibn ABi Thalib, perang Badar terjadi pada malam 17 Ramadhan (al-Thabari) tepatnya, hari Jum`at, tanggal 17 Ramadhan tahun ke-2 H. [Musnad Abu `Awanah] atau bertepatan dengan 17 Maret 624 M.
Al-Waqidi meriwayatkan dari Abu Ja’far Al-Baqir yang mengatakan bahwa “wahyu pertama kali turun pada Rasul SAW pada hari senin 17 Ramadhan dan dikatakan juga 24 Ramadhan.” [Ibnu Katsir (W. 774 H) dalam kitabnya Al-Bidayah wan-Nihayah (III/11)]
Dalam hadits dari Abu Sa`id (Sa`ad bin Malik bin Sinan), disebutkan juga bahwa Perang Badar bersamaan dengan kemenangan Romawi atas Persia.
لَمَّا كَانَ يَوْمُ بَدْرٍ ظَهَرَتْ الرُّومُ عَلَى فَارِسَ فَأَعْجَبَ ذَلِكَ الْمُؤْمِنِينَ فَنَزَلَتْ { الم غُلِبَتْ الرُّومُ إِلَى قَوْلِهِ يَفْرَحُ الْمُؤْمِنُونَ } قَالَ فَفَرِحَ الْمُؤْمِنُونَ بِظُهُورِ الرُّومِ عَلَى فَارِسَ
"Saat terjadi perang Badar, pasukan Romawi menang atas Persia, hal itu mengejutkan kaum mukminin hingga turunlah ayat: "ALIF LAAM MIIM, GHULIBATIR RUUM sampai ayat YAFRAHUL MUKMINUUNA." QS Ar-Ruum: 1-4. Abu Sa'id berkata; "Bergembiralah orang orang mukmin dengan kemenangan bangsa Romawi atas bangsa Persia." [HR. al-Turmudzi]
Dari Abu Qatadah al-Anshari:
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سُئِلَ عَنْ صَوْمِ الِاثْنَيْنِ فَقَالَ فِيهِ وُلِدْتُ وَفِيهِ أُنْزِلَ عَلَيَّ
Bahwa Rasulullah SAW pernah ditanya mengenai puasa pada hari Senin, maka beliau pun menjawab: "Di hari itulah saya dilahirkan, dan pada hari itu pula, wahyu diturunkan atasku." [HR. Ahmad, Muslim, Ibnu Khuzaymah, Ibn Hiban, al-Nasa’i dan al-Bayhaqi]
Dari Watsilah bin Al Asqa'
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أُنْزِلَتْ صُحُفُ إِبْرَاهِيمَ عَلَيْهِ السَّلَام فِي أَوَّلِ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ وَأُنْزِلَتْ التَّوْرَاةُ لِسِتٍّ مَضَيْنَ مِنْ رَمَضَانَ وَالْإِنْجِيلُ لِثَلَاثَ عَشْرَةَ خَلَتْ مِنْ رَمَضَانَ وَأُنْزِلَ الْفُرْقَانُ لِأَرْبَعٍ وَعِشْرِينَ خَلَتْ مِنْ رَمَضَانَ
Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam bersabda: "Suhuf (lembaran) Ibrahim alaihissalam diturunkan pada awal malam Ramadlan. Taurat diturunkan pada hari keenam dari Ramadlan. Injil pada tiga belas bulan Ramadlan. Al Furqan pada hari ke dua puluh empat (ke-24) bulan Ramadlan." [HR. Ahmad, al-Thabari, Al-Thabrani, dan Ibn Abi Hatim]
Dalam pada itu, Shofiyur-Rohman Al-Mubarokfuri dalam kitabnya, al-Rahiiq al-Mahtum menyebutkan, bahwa wahyu pertama itu turun pada hari Senin, 21 Ramadhan.
وبعد النظر والتأمل في القرائن والدلائل يمكن لنا أن نحدد ذلك اليوم بأنه كان يوم الاثنين لإحدى وعشرين مضت من شهر رمضان ليلًا، وقد وافق 10 أغسطس سنة 610 م، وكان عمره صلى الله عليه وسلم إذ ذاك بالضبط أربعين سنة قمرية، وستة أشهر، و12 يومًا، وذلك نحو 39 سنة شمسية وثلاثة أشهر وعشرين يومًا .
“setelah melakukan penelitian yang cukup dalam, mungkin dapat disimpulkan bahwa hari itu ialah hari senin tanggal 21 bulan Ramadhan malam. Yang bertepatan tanggal 10 Agustus 660 M, dan ketika itu umur Rasul SAW tepat 40 Tahun 6 bulan 12 hari hitungan bulan, tepat 39 tahun 3 bulan 12 hari hitungan matahari.” [islamaktual/dadangsyaripudin]

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Post a Comment

Visit Us


Top