Berita

KAJIAN

IQTISHOD

ARTIKEL

KHAZANAH

Kesehatan

Muslimah

Iptek

Download


“Perumpamaan orang-orang yang mengambil pelindung-pelindung selain Allah
adalah seperti laba-laba yang membuat rumah. Dan sesungguhnya
rumah yang paling lemah adalah rumah laba-laba
kalau mereka mengetahui.”
(QS. al-Ankabut [29] : 41)

Laba-laba adalah salah satu hewan yang menjadi pelindung Rasulullah saw di Gua Tsur. Ketika itu orang kafir Quraisy mengejar dan hampir saja mendapat rasulullah saw. Seekor laba-laba membuat sarang di mulut gua sehingga tak ada yang menyangka ada penghuni di dalamnya. Penelitian membuktikan bahwa sarang laba-laba, dengan ketebalan yang sama lebih kuat dari baja. Penelitian kontemporer menunjukkan bahwa serat pada sarang laba-laba terbukti 10 kali lebih kuat dari serat rompi anti peluru.
Tak ada satu hewanpun yang mampu lolos apabila sudah terjerat atau terjebak dalam sarang laba-laba. Laba-laba adalah hewan soliter. Ia tidak pernah hidup berkomunal. ia adalah hewan individual yang akan bertengkar apabila bersatu. Laba-laba juga termasuk hewan kanibal, ia dapat memangsa jenisnya sendiri. Telur laba-laba yang sudah menetas langsung berpencar mencari kehidupannya masing-masing tak ada yang bergantung pada sang induk. Sarang laba-laba kebanyakan dihuni oleh laba-laba betina. Induk laba-laba sekali bertelur berjumlah ratusan dan menetas pada waktu bersamaan, setelah itu, anak laba-laba yang masih kecil itu akan bersama-sama melakukan aktivitas memakan tubuh induknya sampai habis tidak tersisa sama sekali untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya. Setelah tubuh si induk habis mereka memakan laba-laba lain yang lebih lemah sebelum akhirnya saling membubarkan diri dari kelompoknya dan membuat sarangnya masing-masing.
Perilaku anak laba-laba memakan induknya ini memang cukup aneh. Akan tetapi, sebelum ini terjadi, induk mereka pun telah memakan pasangannya. Laba-laba jantan dimakan oleh betinanya sesaat setelah melakukan proses reproduksi. Perilaku ini disebut dengan kanibalisme seksual. Pada laba-laba jenis Argiope bruennichi, betinanya akan membungkus jantannya sedemikian rupa agar bisa dimakan sedikit demi sedikit saat perkawinannya terjadi.
Sungguh siklus hidup yang sangat tragis. Tidak ada ketentraman dan ketenangan dalam keluarga laba-laba. Hidup seorang diri dan memakan pasangan bahkan induknya menjadi kehidupan sehari-hari di rumah laba-laba. Sarang yang terbuat dari serat yang kokoh itu ternyata tidak dapat melindungi tuan rumahnya dari ancaman pasangan dan keturunan mereka sendiri.

Kehidupan dalam rumah laba-laba melambangkan pengkhianatan dan kedurhakaan. Kecintaan terhadap diri sendiri dan keretakan sosial. Hidup dalam masyarakat seperti laba-laba adalah kehidupan yang tanpa perlindungan dan pengayoman. Manusia sebagai makhluk sosial dan makhluk yang memiliki panduan hidup tidak boleh seperti laba-laba yang membangun rumah. Manusia harus bisa menciptakan surga di rumah-rumah mereka. Rumah yang dipenuhi oleh kasih sayang di antara sesama. Termasuk di dalam berbangsa. [islamaktual/tabligh/mrh]

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Post a Comment

Visit Us


Top