Berita

KAJIAN

IQTISHOD

ARTIKEL

KHAZANAH

Kesehatan

Muslimah

Iptek

Download


Perkembangan Islam Indonesia atau sering disebut juga sebagai Islam Nusantara memang menarik untuk terus dijadikan bahan wacana dan pemikiran. Di satu pihak Indonesia memang luar biasa karena merupakan negara dengan jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia, sehingga sering disebut sebagai negara Muslim, meski bukan termasuk Negara Islam. Indonesia bahkan tergabung dalam anggota Organisasi Konferensi Islam (OKI), yang memegang peranan cukup penting, kendati sejak era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hingga sekarang tidak menunjukkan peran yang menonjol yang semestinya dapat dilakukan sebagaimana di era Soekarno dan Soeharto.
Di pihak lain corak keberagamaan atau ke-Islaman umat Islam Indonesia mayoritas moderat atau wasithiyah, yang berbeda dengan kaum Muslim Timur Tengah dan kawasan Asia Selatan yang dianggap lebih keras, sehingga dipandang dan diharapkan akan menjadi alternatif bagi Islam dunia yang menampilkan karakter tengahan, damai dan anti-kekerasan. Para pengamat dari dalam maupun luar negeri banyak yang berpandangan positif atas perkembangan dan masa depan Islam Indonesia atau Islam Nusantara itu, malahan ada di antaranya menaruh harapan yang terlalu tinggi seolah corak Islam dunia akan hadir dari negeri Muslim terbesar ini.
Benarkah pandangan dan harapan bahwa cahaya Islam dunia akan hadir dari Indonesia? Sebagai bangsa Muslim mayoritas tentu patut bersyukur atas penilaian yang positif itu. Dengan itu lantas umat Islam Indonesia akan termotivasi untuk bekerja keras menguatkan posisi dan peran dirinya yang akan menjadi kekuatan penentu yang signifikan baik di dalam negeri maupun ke kancah dunia. Siapa yang tidak ingin dan tidak bangga umat Islam dan negeri Indonesia ini tampil kuat di dalam sekaligus diperhitungkan di kawasan internasional.
Namun pandangan dan harapan positif itu bukan tanpa catatan dan persyaratan. Islam Nusantara itu plural dan tidak tunggal mewarisi madzhab, aliran, golongan, dan lingkungan masyarakat tertentu. Dengan segala apresiasi, Islam Nusantara juga bukanlah identik dengan para Wali, tetapi semua penyebar dakwah di seluruh Kepulauan Indonesia dari Aceh hingga Papua. Islam Nusantara milik semua umat Islam Indonesia dari Sabang sampai Merauke dengan segala keragaman atau kemajemukannya. Sekali muncul klaim Islam Nusantara itu tunggal dan ada arus-utama maka seketika itu pula terjadi politisasi Islam yang tidak objektif sekaligus merugikan perjuangan umat Islam secara keseluruhan.
Islam Nusantara juga dinamis dan tidak statis. Bacalah sejarah perjuangan umat Islam di negeri ini sejak melawan penjajahan di seluruh tanah air hingga awal kebangkitan nasional dan pasca kemerdekaan. Di sana terdapat kemajuan dan perkembangan. Karenanya Islam Nusantara bukanlah pelestarian kondisi keislaman dan kehidupan umat Islam dalam status-quo tertentu, apalagi mengawetkan ketertinggalan dan praktik hidup umat yang bertentangan dengan ajaran Islam sendiri. Islam Nusantara itu penuh warna, terdapat banyak kemajuan, sekaligus sejumlah kondisi dan hal yang tercecer yang harus diperbarui sesuai dengan spirit tajdid dan ijtihad dalam khazanah Islam.

Karenanya Islam Nusantara juga tidak boleh terjebak pada lokalitas yang sempit. Bahwa Islam di negeri ini digiring ke ruang sempit paham, pandangan, madzhab, dan golongan yang bersifat primordial kelokalan. Islam Nusantara juga tidak boleh terkungkung pada domestikasi keindonesiaan yang sempit. Seolah Islam Indonesia yang terbaik dibanding dengan negeri-negeri Muslim lain. Bahwa Muslim Indonesia yang paling memiliki prospek masa depan cemerlang dibanding lainnya. Bahwa Islam Nusantara khas Indonesia vis a vis Islam trans-nasional atau Islam mancanegara, yang satu serba unggul lainnya tidak. Islam Nusantara pun tidak dapat dikerangkeng dalam nasionalisme sempit yang memosisikan dirinya anti-Islam luar. Islam dalam corak apapun tetap selain memiliki kekuatan yang membumi, secara umum dan mendasar berwatak universalitas sehingga selalu relevan dalam setiap tempat dan zaman. Itulah Islam berisalah rahmatan lil-'alamin milik dan untuk seluruh umat manusia di alam semesta. [islamaktual/sm]

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Post a Comment

Visit Us


Top